TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Pengamat politik dari Universitas Islam Negari Sumatera Utara Faisal Riza menilai pemilihan calon ketua Golkar di Sumatera Utara dari waktu ke waktu memperlihatkan dinamika kepartaian yang cukup berbeda dengan partai lainnya.
Seperti Musda Golkar Sumut sebelumnya, pemilihan Golkar selalu berjalan dinamis.
Setelah Musa Rajekshah tidak kembali maju sebagai ketua Golkar Sumut, Hendri Yanto Sitorus menjadi kandidat kuat.
Namun, dengan munculnya dukungan terhadap Andar Harahap oleh 23 pengurus Golkar di Sumatera Utara, Riza menilai, perubahan dukungan tidak lepas dari lobi lobi politik dan indikasi kebutuhan dalam menunjuk calon ketua Golkar Sumut sebagai partai pemilik suara terbanyak di Sumut.
"Ya, memang Partai Golkar lah yang masih memberi ruang dinamis dalam pemilihan ketua. Terkait, pergeseran dukungan, saya lihat itu sangat terkait dengan lobi-lobi internal yang tidak menemukan jalan keluar. Sehingga, kemunculan figur alternatif dianggap bisa memenuhi aspirasi dari DPD II," kata Riza kepada tribun, Minggu (18/1/2026).
Meski ada kecenderungan pada pemilihan ketua Golkar Sumut secara aklamasi, terkadang sebut Riza perbedaan pendapat dalam faksi faksi yang memiliki hak suara dalam pemilihan Golkar Sumut memunculkan figur kerap berbeda beda seperti saat ini.
"Pergeseran tersebut juga mengandaikan Faksi-faksi di internal juga tidak dapat sepenuhnya dipahami secara monolitik," kata Riza.
"Kecenderungan memang aklamasi, tapi kita belum lihat pasti berapa nama yang daftar," kata Riza.
Musda Golkar Sumut direncanakan berlangsung pada Januari 2026.
Sejauh ini ada dua nama calon ketua Golkar yang telah mendapatkan dukungan, yakni Hendri Sitorus dan Andar Harahap.
Mengenai peluang terbesar bagi kedua calon, Riza menilai Andar memang tampil lebih unggul saat ini dengan mendulang suara loyalis Ijeck.
Namun sekali lagi kata Riza, penentuan ketua Golkar Sumut akan ditentukan lewat proses pencalonan dan pemilihan di Musda Golkar.
"Perkembangan terakhir saya lihat Andar lebih mendapatkan banyak dukungan daripada Hendri. DPD II yang sebelumnya adalah loyalis Ijeck tampaknya banyak mendukung Andar. Tapi semuanya akan ditentukan lewat proses di Musda nantinya," ujarnya.
(cr17/tribun-medan.com)