Viral Pengantin Disiram Larutan Terasi saat Prosesi Nikah, Polisi Sebut karena Dendam Pribadi
January 19, 2026 01:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah pesta pernikahan berubah menjadi kacau setelah pengantin pria dan wanita disiram terasi di atas panggung saat prosesi sedang berlangsung.

Dikutip dari Sanook pada Minggu (18/1/2026), peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial Vietnam.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat pengantin pria, pengantin wanita, dan pembawa acara sedang berdiri di atas panggung.

Saat pengantin wanita sedang memegang mikrofon dan menyampaikan kata-kata, tiba-tiba sebuah benda misterius melayang ke arah panggung.

Kantong berisi terasi pecah dan mengenai tubuh kedua mempelai, serta beberapa orang yang berdiri di dekat mereka.

Insiden tersebut menimbulkan kepanikan di lokasi acara. Bau menyengat langsung menyebar di sekitar panggung, membuat para tamu undangan terkejut dan tidak nyaman.

Gaun serta penampilan kedua mempelai menjadi kotor, dan prosesi pernikahan pun terpaksa dihentikan.

Menurut keterangannya kepada media setempat, seseorang yang mengendarai sepeda motor melintas dan melempar kantong berisi terasi ke arah panggung tempat ia dan suaminya berdiri.

Akibat kejadian itu, P dan suaminya harus segera meninggalkan lokasi prosesi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian pengantin yang terkena terasi.

Ia mengaku tidak sempat merias wajah kembali, karena harus segera mengikuti iring-iringan menuju rumah pihak mempelai pria.

Hal itu dilakukan karena waktu prosesi lanjutan telah ditentukan dan para tamu dari pihak keluarga mempelai pria sudah menunggu.

Setelah kejadian, pengantin wanita melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian. Di media sosial, berbagai spekulasi pun bermunculan.

Sebagian warganet menduga insiden itu berkaitan dengan masalah perselingkuhan, sementara yang lain menilai peristiwa tersebut terjadi karena persoalan utang-piutang.

Namun, kepolisian setempat kemudian memberikan klarifikasi bahwa motif pelaku bukan terkait dengan masalah keuangan.

Polisi menyatakan telah mengidentifikasi pelaku dan memastikan bahwa insiden tersebut dipicu oleh konflik pribadi.

Pengantin wanita juga memberikan penjelasan terkait latar belakang peristiwa itu. Ia menyebutkan bahwa keluarganya dan pelaku saling mengenal.

Konflik sebenarnya terjadi antara pelaku dan seorang teman pengantin wanita, yang sebelumnya pernah terlibat pertengkaran.

Pelaku diduga salah paham dan mengira pengantin wanita ikut terlibat atau memihak temannya.

Kesalahpahaman tersebut kemudian berkembang menjadi rasa dendam, yang mendorong pelaku untuk mengganggu pesta pernikahan sebagai bentuk balas sakit hati.

Aksi pelemparan terasi itu pun dilakukan untuk melampiaskan kekesalan.

P menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki masalah keuangan atau utang, sebagaimana yang banyak dirumorkan di media sosial.

Ia berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar terkait peristiwa yang dialaminya.

Dalam perkembangan selanjutnya, keluarga pelaku diketahui telah datang untuk menyampaikan permohonan maaf dan mengajukan upaya mediasi kepada pihak korban.

Proses penyelesaian secara kekeluargaan pun tengah diupayakan.

Meskipun hari pernikahannya ternodai oleh insiden tersebut, pengantin wanita menyatakan keinginannya agar masalah ini segera diselesaikan.

Ia berharap dapat kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan tenang bersama suaminya, tanpa dibayangi oleh peristiwa yang tidak menyenangkan itu.

 

(cr31/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.