Alasan Denmark Ubah Warna Lampu Jalan Jadi Merah di Pinggiran Kopenhagen
TRIBUNNEWS.COM - Denmark mengganti lampu jalan yang lazimnya berwarna putih dengan lampu berwarna merah di beberapa ruas jalan di pinggiran kota dekat Kopenhagen.
Alasannya? Untuk mengurangi dampak buruk terhadap satwa liar sekaligus menjaga agar jalanan tetap dapat digunakan oleh masyarakat.
Eksperimen ini juga menarik perhatian di luar Denmark, untuk menerangi jalanan tanpa mengganggu lingkungan sekitarnya.
Baca juga: Cuma Rusia yang Bisa Menghentikan AS, Ejekan Moskow ke Eropa-Denmark Soal Niat Trump di Greenland
Proyek ini sedang dilaksanakan di Gladsaxe, sebuah pinggiran kota di tepi Kopenhagen, di mana lampu jalan konvensional di sepanjang sebagian Frederiksborgvej dekat Skovbrynet diganti dengan lampu berwarna merah.
Sebuah pernyataan dari pemerintah kota Gladsaxe mengatakan bahwa daerah tersebut merupakan rumah bagi koloni kelelawar lokal, seperti yang dilaporkan oleh TOI.
Alih-alih mematikan lampu sepenuhnya, para pejabat memilih warna yang dirancang untuk mengubah bagaimana cahaya buatan memengaruhi satwa liar.
Modifikasi ini hanya terlihat pada malam hari dan hanya di bagian jalan tertentu.
Lampu merah kemungkinan besar tidak akan terlalu mengganggu.
Kelelawar menjadi pusat perhatian dalam proses perencanaan.
Studi menunjukkan bahwa pencahayaan buatan dapat mengganggu pergerakan, pemberian makan, dan navigasi kelelawar, dengan cahaya gelombang pendek, seperti biru, hijau, atau putih, memiliki dampak terkuat.
Penelitian dari Belanda menunjukkan bahwa cahaya merah, yang memiliki panjang gelombang lebih panjang, kemungkinan akan kurang mengganggu perilaku kelelawar.
Selain itu, diharapkan akan lebih memudahkan kelelawar untuk berburu serangga.
Demi keselamatan, para pejabat menekankan bahwa mematikan lampu sepenuhnya bukanlah pilihan.
Alih-alih mematikan lampu, lampu merah adalah pilihan terbaik.
Meskipun sebagian ruas jalan telah beralih ke lampu merah, memastikan keselamatan bagi pengendara mobil dan sepeda tetap menjadi fokus utama desainnya.
Lampu putih hangat terus digunakan di persimpangan dan penyeberangan pejalan kaki, dipasang pada tiang yang lebih tinggi untuk meningkatkan visibilitas di area berisiko tinggi.
Tata letak pencahayaan berubah di sepanjang rute, disesuaikan dengan bagaimana berbagai ruas jalan digunakan oleh manusia dan satwa liar, menghindari solusi yang seragam untuk semua.
Jonas Jørgensen, seorang insinyur jalan di Kotamadya Gladsaxe, menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk meminimalkan gangguan dari kelelawar sambil tetap menjaga aksesibilitas.
Ia menjelaskan bahwa meskipun kegelapan total akan menjadi yang terbaik untuk kelelawar, hal itu tidak praktis di jalan umum.
Pendekatan ini, tambahnya, menyeimbangkan antara perlindungan lingkungan dan kebutuhan sehari-hari, membutuhkan perencanaan yang cermat daripada sekadar perubahan pencahayaan sederhana.
(oln/wn/*)