Pemuda di Pontianak Ini Jadi Ultracyclist Termuda Asia, Sukses Catat Rekor Gowes 1.500 Km
January 19, 2026 04:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Muhammad Gusti Hibatullah, pemuda 15 tahun asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat berhasil mencetak rekor Asia.

Ia menjadi ultracyclist termuda se-Asia.

Rekor itu diraih usai menuntaskan tantangan bersepeda jarak jauh sejauh 1.500 kilometer di Event Lintas Borneo.

Gusti menaklukkan rute panjang yang melintasi Pontianak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Putussibau, Badau, Kuching, Aruk, Sambas, Pemangkat, Singkawang, hingga kembali ke Pontianak dalam total waktu 152 jam atau sekitar 6 hari 8 jam.

Gusti menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Kalimantan Barat sekaligus peserta termuda di antara enam peserta lainnya yang berasal dari Jakarta, Samarinda, Malaysia, hingga Jerman.

Dalam ajang tersebut, Gusti mengikuti kategori solo dengan sistem tanpa bantuan.

“Hal terpenting dari event ultra adalah unsupported. Jadi, selama perjalanan dari start hingga finish, tidak boleh ada bantuan dalam bentuk apapun dari orang-orang, termasuk panitia. Aku mengikuti kategori solo, jadi full gowes mandiri sejauh 1.500 km,” katanya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 17 Januari 2026. 

“Dilarang keras dikawal motor atau mobil, ditemani atau disamperin keluarga, atau berinteraksi dengan kenalan selama perjalanan. Tidak boleh ada bantuan suplai dari luar, bahkan tidak boleh gowes barengan antar peserta. Setiap peserta minimal berjarak 500 meter dan otomatis didiskualifikasi jika barengan lebih dari 30 menit. Jadi, wajib solo, unsupported,” ungkapnya.

• Fakta-fakta Kisah Cinta Sejati Wanita Koma Dinikahi Sehari Setelah Akad Meninggal Dunia di Pontianak

Perjalanan Gusti tidak lepas dari berbagai tantangan, ia sempat mengalami penurunan kondisi fisik saat berada di Malaysia hingga hampir memutuskan untuk menyerah.

“Sempat mengalami overheat, demam, dan meriang saat di Malaysia, tepatnya di km 980. Perasaan sudah campur aduk untuk menyerah dan mencari tumpangan untuk kembali ke Pontianak. Tapi, dengan sisa tenaga dan tekad, aku memutuskan untuk lanjut menyelesaikan eventnya,” jelasnya.

Ujian kembali datang saat Gusti memasuki wilayah Indonesia.

“Namun, masalah tak sampai di situ, saat memasuki Indonesia, tepatnya di Sambas, aku kena serempet motor dari belakang dan menyebabkan cedera yang lumayan pada lengan. Dengan rasa kesal dan marah, aku tetap lanjut sampai garis finish dan berhasil mencetak rekor. Banyak yang terjadi di jalan, 1.500 km bukan cuma soal jarak, tapi soal pendekatan lebih dalam terhadap diri,” tambahnya.

Target Baru Gusti

Ke depan, Gusti masih menargetkan untuk kembali menantang dirinya di dunia ultracycling termasuk mengikuti ajang dengan karakter medan yang lebih menantang di luar Kalimantan Barat.

“Event tersebut sama-sama berjarak 1.500 km. Namun, elevasinya lebih tinggi, start dari Banten dan finish di Banyuwangi. Suatu impian bagi aku untuk dapat mengikuti event itu,” katanya.

Sebagai ultracyclist termuda, Gusti berharap perjuangannya mendapat perhatian lebih.

“Aku harap dapat apresiasi dan dukungan lebih dari pemerintah setempat atau setidaknya disorot oleh media-media lokal untuk menambah semangat karena aku telah membawa nama Pontianak, Kalbar, dan Indonesia sebagai ultracyclist termuda se-Asia,” pungkasnya.

• Ditinggal Tukang Kebun Usai Membakar Pohon, Rumah Dua Lantai di Pontianak Terbakar

Apa Itu Ultracyclist?

Ultracycling adalah olahraga bersepeda jarak jauh yang menuntut kekuatan fisik dan mental.

Para peserta harus mengayuh sepeda selama berhari-hari dengan aturan ketat dan tanpa bantuan dari pihak luar.

Untuk memastikan aturan berjalan, setiap peserta dibekali tracker oleh panitia guna memantau potensi kecurangan.

Panitia juga bersiaga di sejumlah checkpoint serta melakukan dokumentasi di sepanjang jalur.

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.