TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Kalimantan Selatan - Sungguh tidak terduga peristiwa yang terjadi di Kabupaten Barito Kuala ( Batola), Kalimantan Selatan.
Sebab seorang cucu tega menghabisi nyawa kakek sendiri yang sedang duduk santai di rumah sepulang kondangan.
Tiba-tiba cucu datang menyerang menggunan senjata tajam jenis mandau. Bahkan tidak menghiraukan sang paman yang berusaha melerai.
Bahkan cucu berinisial JA tersebut sempat memburu kakeknya yang bernama H Aman, yang berusaha kabur melarikan diri.
Belum diketahui yang menjadi sebab emosi JA memuncak sampai tega merenggut nyawa H Aman.
Peristiwa itu menggemparkan masyarakat di wilayah tempat tinggal korban dan pelaku, yakni Desa Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala.
Apalagi JA pelaku yang menghabisi H Aman tersebut adalah cucu korban.
Tak hanya H Aman jadi korban, namun sang anak atau paman pelaku bernama Hamdan juga terluka.
“Kadada macam-macam tadi pagi, tiba-tiba aja,” ujar Habibah, keponakan korban dikutip dari Banjarmasinpost.com.
Menurut Habibah saat kejadian, korban sedang duduk bersantai di rumahnya.
Pelaku yang tinggal di rumah bersebelahan tiba-tiba datang menyerang menggunakan mandau.
Hamdan, anak tertua korban, yang mendengar suara gaduh berusaha melerai dengan menarik pelaku hingga terjatuh.
Setelah itu, Hamdan berlari keluar rumah, namun pelaku terus mencoba mengejar Hamdan.
“Tadi itu biasa saja, kadada apa-apa. Hamdan duduk habis dari kondangan, lalu mendengar suara tapi tidak tahu ada betimpas (pembacokan). Saat tahu dia mencoba memisahkan, merebahkan pelaku, lalu dia lari keluar dan dikejar ke arah sungai di depan," jelas Lina, keponakan korban lainnya.
Warga sekitar kemudian berusaha mengamankan pelaku dan menghubungi pihak kepolisian. Keluarga pun tidak menyangka insiden nahas itu terjadi begitu cepat, merenggut nyawa korban yang akrab disapa Kai.
Akibat serangan tersebut, H. Aman meninggal di tempat, sementara Hamdan mengalami luka pada jari tangannya dan segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.
Darah korban masih terlihat segar tercecer di lantai rumah. Jasad korban kemudian ditutupi kain sarung oleh keluarga sebelum tim Inafis tiba untuk melakukan identifikasi dan mengevakuasi ke RS Ulin guna proses visum.
Meski pihak keluarga ingin segera mengurus jenazah, proses visum tetap dilakukan sesuai prosedur hukum.
“Iya, kami menunggu sampai proses visum selesai supaya jenazah bisa lekas diurus,” kata Lina.
Adapun pelaku Jauhari telah diamankan pihak kepolisian. Warga pun tidak menyangka sang cucu tega menghabisi nyawa kakeknya sendiri.
Hingga selesai proses evakuasi suasana desa yang biasanya tenang masih ramai oleh kerumunan.
“Jauhari itu cucunya Kai (H. Aman),” ungkap Habibah. “Memang sudah lima tahun ada gangguan. Pernah mau dibawa ke rumah sakit Samanglihum, tapi tidak jadi karena sempat kembali waras,” tambah Lina.(*)