Respon Tak Terduga Pentolan Bonek Persebaya atas Wafatnya Kuncoro Arema FC
January 19, 2026 10:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM - Wafatnya Kuncoro, Asisten Pelatih Arema FC, memantik respons tak terduga dari berbagai kalangan, termasuk dari kubu rival.

Salah satunya datang dari pentolan Bonek, Cak Tessy, yang menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian legenda Singo Edan tersebut.

Kuncoro wafat usai bermain bola di Stadion Gajayana dalam sebuah Fun Football.

Pasca wafatnya Kuncoro, menariknya memantik respon dari berbagai kalangan.

Salah satunya adalah pentolan Bonek Cak Tessy.

Baca juga: Rekap Update Baru Transfer Hot Persebaya Senin 19 Jan 2026: 4 Pemain Dilepas di Bursa Transfer

Kendati rivalitas antara Bonek dan Arema masih belum redah, tak membuat cak Tessy enggan ucapkan duka cita.

"Sahabat lama alm Mas Kuncoro terakhir ketemu pas di GBT sama aku rek turut berduka cita," tulisnya.

Tak hanya itu di postingan pribadi, Cak Tessy juga menuliskan caption yang mengharukan.

"TURUT BERDUKA CITA RESK ATAS MENINGGALNYA ALM MAS KUNCORO TADI SORE SEMOGA ALM HUSNUL KHATIMAH DULUR.

ALM SHABAT LAMAKU DULU JAMAN TAMBAKSARI AKU UDAH KENAL SAMA ALM DAN TERAKHIR KETEMU DI GBT KEMARIN DULUR MAAF MAKASIH YAA.

TETAP KEMANUSIAN NOMOR SATU DULUR YA APALAGI BUAT ORANG MENINGGAL, AKU SELLAU GAK LUPA MENGUCAPKAN DUKA CITA," tulis Cak Tessy sembari memosting foto Kuncoro di akun instagramnya.

Persik Kediri Juga Ucapkan Duka

Sementara itu ucapan duka cita datang dari berbagai pihak, salah satunya Persik Kediri.

Melalui akun resminya, Persik menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan pilar Macan Putih era Liga Indonesia 2003–2004 tersebut.

Baca juga: Bima Sakti Ungkap Kunci Persela Tahan Imbang 1-1 PSS Sleman, Rotasi Pemain Efektif

“Keluarga besar Persik Kediri turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Kuncoro, salah satu pilar Macan Putih saat meraih satu bintang pertama Liga Indonesia 2003. Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga diberi ketabahan.”

Kronologi Meninggalnya Kuncoro

Sebelum wafat, Kuncoro sempat berpamitan kepada keluarga untuk bermain sepak bola di Stadion Gajayana Malang. Ia mengikuti laga eksebisi Charity 100 Tahun Stadion Gajayana bersama Persema Reborn.

Namun, seusai babak pertama, Kuncoro mendadak kolaps dan tidak sadarkan diri. Ia sempat mendapat penanganan medis dan dilarikan ke RSSA Malang, namun nyawanya tidak tertolong.

“Tadi berangkat masih sehat. Sore harinya sudah dapat kabar beliau meninggal,” ungkap salah satu kerabat.

Sosok Kuncoro di Mata Warga

Di mata warga Desa Putat Kidul, Kuncoro dikenal sederhana dan mudah bergaul meski berstatus pelatih klub besar. Saat kompetisi libur, ia kerap bermain bersama tim lokal Bachelor Gondanglegi.

“Ia selalu ikut main kalau liga libur. Orangnya sangat guyub,” kata Harsono, rekan bermainnya.

Rekam Jejak dan Dedikasi untuk Arema FC

Lahir di Malang, 7 Maret 1973, Kuncoro memiliki perjalanan panjang bersama Arema FC. Ia menjadi asisten pelatih sejak 2011 dan beberapa kali dipercaya sebagai pelatih interim.

Kontribusinya antara lain mengantar Arema FC menjuarai Indonesian League Cup 2021/2022 dan 2023/2024, serta mencatat kemenangan penting saat melatih sementara pada Liga 1 2024/2025.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut kepergian Kuncoro sebagai kehilangan besar.

“Beliau memulai karier di Stadion Gajayana dan dipanggil pulang di tempat yang sama. Loyalitas dan dedikasinya untuk Arema tidak tergantikan,” ujarnya.

Biodata Singkat Kuncoro

Nama: Kuncoro
Lahir: Malang, 7 Maret 1973
Usia: 52 tahun
Lisensi: A Nasional
Formasi favorit: 4-3-3 Defending
Prestasi:

Indonesian League Cup 2021/2022
Indonesian League Cup 2023/2024 (Arema FC)

(TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.