Mukjizat Tuhan Masih Ada, Pilu Ibunda Esther Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500, Niat Ayah Gagal
January 19, 2026 12:08 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM - Orangtua Esther Aprilita S masih berharap mukjizat Tuhan dalam insiden pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).

Esther merupakan pramugari yang bertugas dalam pesawat rute Yogyakarta-Makassar. Kedua orangtua Esther masih berharap anak pertama mereka ditemukan dalam keadaan selamat.

Bahkan, niat ayah Esther, Adi Sianipar bertemu dengan putrinya saat berada di Jakarta gagal.

Diketahui, Esther tinggal di perumahan Bukit Rancamaya Blok E2 nomor 1 Bojong Koneng, Ciherang, Caringin, Kabupaten Bogor.

Tetapi, Esther kos di Jakarta selama bekerja sebagai pramugari Indonesia Air Transport.

Niat Ayah Gagal

Adi Sianipar bercerita dirinya terakhir berkomunikasi dengan putrinya pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (17/1/2026). 

Saat itu, Adi sedang berada di Jakarta. Adi berniat menjemput putrinya bila ingin pulang ke Bogor.

Namun, pesan singkat yang dikirimkannya tidak dibalas Esther. Ponsel Esther sudah tidak aktif.

Tak lama kemudian, Adi dihubungi oleh kantor Indonesia Air Transport tempat putrinya bekerja.

"Mulai telepon, tapi karena saya lagi di jalan enggak saya angkat, dia (IAT) WA gitu. bahwasanya pesawat yang ditumpangin Esther dari Yogya Makassar lost contact gitu," kata Adi dikutip dari tayangan Youtube Kompas.TV, Senin (19/1/2026).

Adi lalu bercerita bahwa dirinya sejak pertengahan Desember 2025 tidak bertugas karena pesawat akan dipasang kamera CCTV. Sehingga, untuk sementara tidak ada jadwal penerbangan.

"Jadi masuk Januari, mereka sudah tidak aktif lagi," katanya.

Adi mengaku tidak mengetahui putrinya bertugas untuk pesawat rute Yogyakarta-Makassar. 

Setahu dirinya, Esther biasanya berada di Bandara Halim Perdana Kusuma.

"Nah, saya enggak tahu juga kenapa dari dari Jogja ke Makassar gitu," katanya.

Adi pun berharap Esther ditemukan dalam keadaan selamat. Ia masih berharap adanya mukjizat.

"Ya, kami berharap mesti ada mukjizat karena sampai zaman sekarang kan belum ditemukan. Kami berharap ditemukan mereka semua dalam keadaan selamat gitu," kata Adi.

Mukjizat Tuhan Masih Ada

Hal senada juga disampaikan ibunda Esther, J Siburian. Ia masih meyakini adanya mukjizat Tuhan. 

Terlebih, keluarga Esther belum melihat kondisi sang pramugari hingga saat ini.

"Mukjizat Tuhan itu masih ada. Selama kami belum melihat Esther, mukjizat Tuhan pasti ada," kata J Siburian dikutip dari tayangan Youtube Metro TV, Senin (19/1/2206)

"Kami masih menunggu laporan selanjutnya sih," katanya di rumah duka.

Selain itu, J Siburian mengungkapkan komunikasi terakhir dengan putrinya terjadi pada Jumat (16/1/2026) malam.

Saat itu, Esther menyampaikan dirinya berada di Yogyakarta. Namun, komunikasi dengan Esther terhenti pada keesokan harinya, 

Esther merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia telah bekerja sebagai pramukari pesawat ATR selama enam tahun.

Evakuasi Jenazah

Sementara itu, sebanyak 30 petugas SAR gabungan dikerahkan mengevakuasi jenazah diduga korban pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) pagi.

Tim SAR SRU 4 ini, beranggotakan personel TNI, Brimob, Polhut, dan beberapa Potensi SAR lainnya.

Tim ini dipimpin oleh warga Desa Tompobulu, Arman (38), yang merupakan sosok pertama menemukan lokasi mayat di jurang kedalam 200 meter.

Arman mengenakan jaket lengkap dengan sebilah parang di pinggangnya.

Sebelum diberangkatkan, tim SAR yang terlibat lebih dahulu mendengar pengarahan lewat apel yang dipimpin Asrem Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto.

Kolonel Inf Abi Kusnianto memimpin apel didampingi Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan.

"Masing-masing dantim, agar selalu dimonitor anggotanya setiap saat," ucap Kolonel Inf Abi memberikan pengarahan dikutip dari Tribun Timur.

Setelah memberikan pengarahan, Kolonel Inf Abi memimpin doa untuk kesuksesan misi evakuasi itu.

Abi Kusnianto juga menyebut, sudah ada empat tim dikerahkan ke lokasi yang sama lewat jalur Kabupaten Maros.

"Empat Tim ini, dari SAR Basarnas TNI-Polri, termasuk Polhut dan masyarakat akan fokus menjangkau dasar jurang, karena diperkirakan serpihan jatuh hingga di dasar," terangnya

Sementara itu, Andi Sultan mengatakan, pengerahan Tim SAR SRU 4 ini akan berfokus melakukan proses evakuasi korban.

"Jadi kita fokuskan evakuasi sambil juga melakukan pencarian," kata Andi Sultan.

Proses evakuasi korban berjenis kelamin laki-laki itu, kata dia, akan difokuskan lewat jalur darat.

Pasalnya, kondisi cuaca di lereng gunung Bulusaraung kata dia, tidak memungkinkan dilakukan evakuasi lewat jalur udara.

"Jadi kita mengambil opsi jalur masyarakat, ya jalur darat," jelasnya.

PESAWAT HILANG KONTAK - 50 personel tim SAR gabungan turun mencari pesawat ATR milik Indonesia Air. Tim gabungan TNI, Polri, SAR, Basarnas berkumpul sebelum menyisir kaki Gunung Bulusaraung Pangkep mencari pesawat ATR  42-500 Sabtu (17/1/2026).
PESAWAT HILANG KONTAK - 50 personel tim SAR gabungan turun mencari pesawat ATR milik Indonesia Air. Tim gabungan TNI, Polri, SAR, Basarnas berkumpul sebelum menyisir kaki Gunung Bulusaraung Pangkep mencari pesawat ATR 42-500 Sabtu (17/1/2026). (TRIBUN TIMUR/Nurul Hidayah)

Berikut daftar nama kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak hari ini: 

Kru pesawat:

  • Captain Andy Dahananto 
  • SIC. FO. Yudha Mahardika
  • XCU Captain Sukardi
  • FOO Hariadi
  •  EOB Franky D Tanamal
  • EOB Junaidi
  • FA Florencia Lolita
  • FA Esther Aprilita S. 

Penumpang: 

  • Deden
  • Ferry
  • Yoga

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Pamitan Terakhir Deden Sebelum Pesawat ATR Hilang, Bendera Kuning Tak Dikibarkan: Kami Berharap
  • Baca juga: Keluarga Deden Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh Gelar Doa Bersama, Berharap Ada Mukjizat
  • Baca juga: Kerabat Berdatangan, Belum Ada Bendera Kuning dan Karangan Bunga di Rumah Deden Korban Pesawat Jatuh
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.