Duka keluarga Tjioe Tet Se (58) berganda. Sabtu (17/1), saat keluarga bersiap memakamkan Tjioe Tet Se yang meninggal dunia empat hari sebelumnya, rumah yang ditempati almarhum justru terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pagi itu, Sabtu (17/1), keluarga berkumpul di rumah duka yang berada di lokasi lain. Mereka bersiap untuk prosesi pemakaman yang dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB. Suasana haru masih terasa ketika kabar buruk kembali datang.
Rumah yang selama ini ditempati seorang diri oleh Tjioe Tet Se di Kampung Melintang, RT 01, Kelurahan Melintang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dilalap si jago merah.
Api membesar dengan cepat, melahap bangunan hingga rusak parah.
Tidak ada seorang pun di dalam rumah saat kejadian. Seluruh keluarga sedang berada di rumah duka untuk mengurus pemakaman.
Baca juga: Legenda dan Jejak Batu Rusa, Kisah Sayangnya Suami ke Istri yang sedang Ngidam
“Rumahnya kosong. Anak-anaknya lagi nungguin. Orang tuanya mau dikubur jam 10,” ujar seorang warga kepada Bangkapos.com.
Sahabat korban, Ijal, masih mengingat jelas pertemuan terakhir mereka pada Selasa (13/1). Saat itu, korban mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak enak.
“Dia bilang sakit, saya kerokin. Merah semua bekas dikerok. Dia sakit kakinya,” ucap Ijal.
Setelah itu, korban mengatakan ingin beristirahat. Keesokan harinya, warga masih sempat melihat Tjioe Tet Se keluar rumah dan menjemur pakaian. Namun setelah itu, ia tidak terlihat lagi.
“Masih terlihat dia pagi itu. Tapi saya tidak masuk ke rumahnya. Terus sekitar setengah enam sore, saya dapat kabar dia meninggal,” katanya.
Ijal kemudian datang untuk menyampaikan kabar duka kepada pihak keluarga.
Empat hari berselang, keluarga kembali diuji dengan musibah lain. Sabtu pagi, warga yang melihat api membesar segera melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran. Angin kencang membuat api cepat menjalar.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta bantuan dari PT Timah diterjunkan ke lokasi.
Sisi demi sisi bangunan disisir untuk memastikan tidak ada api yang tersisa. Rumah semi permanen itu hangus. Perabotan, dokumen, dan barang-barang lain lenyap tak bersisa.
“Begitu menerima laporan dari warga melalui call center, kami langsung ke lokasi,” kata Kasi Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang, Junisko.
Ia menyebut laporan diterima sekitar pukul 08.15 WIB. Api cepat membesar karena angin kencang.
“Rumah dalam kondisi kosong. Berdasarkan laporan yang kami terima, pemilik rumah sedang berduka dan menghidupkan lilin. Dugaan sementara, api berasal dari lilin,” ungkapnya.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material sangat besar. Bangunan rumah rusak parah dan seluruh isinya hangus.
Asep, rekan kerja korban, datang ke lokasi setelah mendapat kabar dari anak buahnya.
“Begitu saya sampai, api sudah besar. Rumahnya dalam kondisi kosong. Pemilik rumahnya sudah meninggal, kemarin itu ditemukan meninggal di kamar mandi,” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa warga sempat kesulitan menghubungi pihak keluarga ketika korban ditemukan meninggal.
“Handphonenya terkunci. Kami sempat bingung menghubungi keluarganya. Setelah itu kami bawa ke rumah duka,” katanya.
Tak lama setelah kejadian, anggota Polresta Pangkalpinang tiba di lokasi. Mereka langsung mengamankan area agar warga tidak mendekat.
“Kami menerima laporan dari warga melalui call center 110 dan langsung turun ke TKP,” kata Kanit Pidum Satreskrim Polresta Pangkalpinang, Ipda Erfan.
Polisi melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Tim Inafis kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi.
“Untuk korban tidak ada. Kami masih mendalami penyebab kebakaran. Informasi yang kami terima, penghuni rumah baru saja meninggal dunia dan rumah dalam kondisi kosong,” jelasnya.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)