Sosok Florencia Lolita Wibisono, Pramugari ATR 42-500 Alumni UPH Korban Tragedi Bulusaraung
January 19, 2026 10:03 AM

 

BANGKAPOS.COM - Nama Florencia Lolita Wibisono menjadi sorotan publik usai insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Sosok pramugari senior yang akrab disapa Olen ini dikenal berpengalaman lebih dari 14 tahun di dunia penerbangan dan merupakan alumni Universitas Pelita Harapan (UPH) jurusan Ilmu Komunikasi.

Berdasarkan penelusuran Tribunsumsel.com melalui situs linkedin, Minggu (18/1/2026) diketahui berasal dari Kendis, Minahasa, Sulawesi Utara.

Baca juga: Kapan Bansos PKH-BPNT 2026 Cair? Ini Cara Cek lewat HP dengan Mudah

Awal mula karier Florencia Lolita sebagai pramugari dimulai dari PT Wings Abadi Airlines sebagai Flight Attendant Company Checker Instructor sejak tahun 2012.

Kemudian, ia diangkat sebagai Manager Training Flight Attendant.

Pada keterangan lainnya, Olen juga sempat menjabarkan keahlian dalam dunia penerbangan terutama profesi sebagai pramugari.

Olen menyebut dirinya sudah 14 tahun sebagai pramugrai dengan karier di pernebangan Regional sudah sangat berpengalaman dalam kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Sebagai  pramugari senior, Olen juga memiliki kemampuan beradaptasi yang mudah terutama dalam pemahaman prosedur keselamatan, pertolongan pertama dan dapat menyampaikan prosedur keselamatan.

Itulah profil singkat dari Florencia Lolita Wibosno kru pesawat ATR 42-500 yang jatuh.

Detik-detik Pesawat Jatuh

Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.

Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini .

Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.

Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.

"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.

"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.

Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka

Serpihan Berhasil Ditemukan

Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Transport pun memasuki hari kedua.

Basarnas dan tim gabungan berhasil menemukan serpihan badan pesawat hari ini, Minggu (18/1/2026) sekira pukul 08.30 WITA.

Mengutip Tribun-Timur.com, Serpihan yang ditemukan meliputi bagian jendela, ekor, dan badan pesawat yang tersebar di beberapa titik sekitar lokasi koordinat pencarian.

"Tim Pasgat TNI AU berjumlah 6 orang melakukan air landed di puncak untuk menjangkau serpihan yang ditemukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Makassar, M Arif.

Meski begitu, ia masih belum mengumumkan apakah tim yang berada di lapangan sudah menemukan korban atau belum.

Daftar korban

Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.

Berikut daftar korbannya:

1.⁠ ⁠Capt Andy Dahananto

2.⁠ ⁠SIC FO M Farhan Gunawan

3.⁠ ⁠FOO Hariadi

4.⁠ ⁠EOB Restu Adi P

5.⁠ ⁠EOB Dwi Murdiono

6.⁠ ⁠Flight attendant Florencia Lolita

7.⁠ ⁠Flight attendant Esther Aprilitas

8.⁠ ⁠Deden dari KKP

9.⁠ ⁠Ferry dari KKP

10.⁠ ⁠Yoga dari KKP

(Tribunsumsel/Tribunnews/kompas/bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.