SURYA.CO.ID, SURABAYA — Acara Pandu Negeri Public Lecture yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, berhasil memantik antusiasme tinggi dari kalangan anak muda, Sabtu sore (17/1/2026).
Sekitar 700 peserta menghadiri kegiatan diskusi publik yang menghadirkan narasumber Rocky Gerung, Tri Rismaharini, dan Airlangga Pribadi.
Kegiatan ini dinilai mampu menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan cara berpikir kritis generasi muda.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang memberikan pidato pembuka pun memberikan apresiasi.
Menurut Wali Kota Eri, forum semacam public lecture sangat penting untuk mengubah pola pikir anak muda.
Baca juga: Risma dan Armuji Jadi Guide saat Hasto Kristiyanto Kunjungi Mangrove Surabaya
Sehingga, tidak hanya menjadi penerima informasi, anak muda juga berani bergerak dan menyampaikan gagasan.
“Jadi alhamdulillah. Bagaimana kita harus merubah cara berpikir anak muda. Jadi anak muda ini jangan berpikir hanya menerima saja,” ujar Cak Eri Cahyadi ketika dikonfirmasi seusai acara.
Ia menekankan, anak muda harus berani menyuarakan pendapat dan terlibat aktif dalam berbagai isu, termasuk politik.
Menurut Eri, politik membutuhkan keberanian anak muda untuk menyampaikan pandangan dan menentukan arah masa depan.
“Tapi bagaimana anak muda ini bisa bergerak untuk menyampaikan sesuatu yang benar-benar. Yang kedua juga anak muda ini berusaha dan mendapatkan pembelajaran. Dari sisi politik, kita membutuhkan anak muda yang berani mengeluarkan pendapat,” jelas Doktor Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Airlangga (Unair) ini.
Eri Cahyadi berharap kegiatan serupa dapat terus diperbanyak di Kota Surabaya.
Dengan semakin seringnya ruang interaksi dan diskusi dibuka, ia optimistis kualitas partisipasi anak muda dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan demokrasi akan semakin meningkat.
“Sehingga saya berharap nanti momen-momen seperti ini akan kita perbanyak di Surabaya sehingga anak muda semakin banyak untuk berinteraksi,” kata Cak Eri.
Acara Pandu Negeri Public Lecture digagas oleh anak-anak muda Surabaya.
Mengangkat tema "Spirit of Humanity and Human Solidarity Kemanusiaan dan Tata Peradaban Kota" acara tersebut mengangkat berbagai isu kekinian, khususnya menyangkut semangat anak muda.
Ketua Panitia Penyelenggara Acara Aryo Seno Bagaskoro mengungkapkan, antusiasme tersebut mencerminkan tingginya antusiasme terhadap cara berpikir kritis ala Rocky Gerung, khususnya, bagi anak-anak muda.
“Sosok dan pemikiran Rocky Gerung menjadi magnet tersendiri bagi anak-anak muda yang hari ini cenderung berpegang pada prinsip kemanusiaan, solidaritas global, dan memperjuangkan etika lingkungan," katanya.
Menurut Seno, nilai-nilai tersebut melekat pada sosok Rocky.
Tokoh nasional tersebut dapat mengartikulasikan prinsip-prinsip tersebut secara atraktif dan relevan.
Menurutnya, agenda ini dinantikan oleh ratusan peserta yang didominasi oleh anak-anak muda di Surabaya.
"Semoga acara ini dapat memperkuat ekosistem diskusi di tengah publik, sebagai tradisi demokrasi dan budaya berpikir kritis.” kata Seno.