SURYA.co.id – Ahmad Rofiq resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa dalam deklarasi yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Di tengah sorotan publik, kehadiran partai anyar ini bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan penanda kembalinya Rofiq ke panggung politik nasional dengan satu tekad: membangun kekuatan politik dari bawah, bukan dari menara kekuasaan.
Dalam struktur kepengurusan pusat, Rofiq didampingi Muhammad Sopiyan sebagai Sekretaris Jenderal.
Susunan ini menjadi fondasi awal Gema Bangsa, sekaligus penegasan bahwa partai tersebut lahir dari pengalaman panjang, bukan dari ambisi sesaat.
Bagi Rofiq, deklarasi ini adalah bab baru setelah hampir dua dekade berkelana di jantung politik nasional.
Dilansir SURYA.co.id dari Kompas.com, lahir di Lamongan, Jawa Timur, pada 25 Agustus 1975, Ahmad Rofiq tumbuh dalam lingkungan Muhammadiyah yang membentuk cara pandangnya sejak dini.
Pendidikan dasar hingga menengah ia jalani di institusi pendidikan Muhammadiyah, sebuah fase yang menanamkan disiplin, kemandirian, dan kesadaran sosial.
Jejak itu berlanjut ketika Rofiq merantau ke Malang dan menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Elektro pada periode 1994–2000.
Namun, bagi Rofiq, bangku kuliah bukan hanya soal akademik.
Aktivitas organisasi yang ia geluti sejak muda perlahan membentuk pandangannya tentang kepemimpinan, bahwa perubahan tidak lahir dari instruksi, melainkan dari keterlibatan.
Nama Ahmad Rofiq bukan pendatang baru dalam politik nasional.
Kariernya dimulai pada 2006 sebagai salah satu pendiri Partai Matahari Bangsa, di mana ia dipercaya mengemban jabatan Sekretaris Jenderal.
Lima tahun kemudian, ia kembali terlibat dalam momen penting politik Indonesia sebagai salah satu dari 45 deklarator Ormas Nasional Demokrat yang kemudian menjelma menjadi Partai NasDem.
Di partai besutan Surya Paloh itu, Rofiq kembali menempati posisi strategis sebagai Sekretaris Jenderal periode 2011–2013. Perjalanannya belum berhenti.
Pada 2013, ia bersama Hary Tanoesoedibjo mendirikan Ormas Perindo, yang kemudian menjadi Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Hampir satu dekade, Rofiq mengawal Perindo dari balik layar, membangun struktur dan jaringan kader hingga ke daerah-daerah yang jarang tersorot kamera.
Pada Pemilihan Presiden 2019, perannya kembali menguat saat ia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo–Ma’ruf Amin.
Posisi tersebut menegaskan satu hal: Rofiq adalah aktor politik yang lebih sering bekerja dalam senyap, namun menentukan arah.
Pengalaman panjang lintas partai membawa Rofiq pada satu kesimpulan krusial, sentralisasi politik yang berlebihan berpotensi menjauhkan kekuasaan dari denyut daerah.
Dari kegelisahan itulah Partai Gema Bangsa lahir, sebuah kendaraan politik yang ia rancang untuk memberi ruang lebih besar bagi inisiatif lokal dan kemandirian kader.
Di luar politik, Rofiq dikenal sebagai pelaku usaha. Ia memimpin PT Syahravaraz Trans Cargo dan menjabat Komisaris Independen PT MNC Sky Vision sejak 2014, serta mengelola sejumlah bisnis di sektor transportasi, travel, dan media.
Dunia usaha, menurutnya, mengajarkan disiplin yang sering absen dalam politik: efisiensi, profesionalisme, dan keberanian mengambil risiko.
Nilai-nilai itulah yang kini ingin ia bawa ke dalam Gema Bangsa.
Bagi Ahmad Rofiq, mendirikan partai baru bukan sekadar soal kendaraan elektoral, melainkan taruhan ideologis, apakah politik masih bisa dibangun dari kepercayaan, kerja nyata, dan keberanian memulai kembali dari nol.
Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Partai Gema pada saat itu juga langsung menyatakan dukungan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Partai ini dipimpin oleh Ahmad Rofiq sebagai Ketua Umum dan Muhammad Sopiyan sebagai Sekretaris Jenderal.
“Dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab sejarah, saya nyatakan partai gema bangsa resmi berdiri, resmi berjuang dan siap menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia,” ujar Ahmad Rofiq, saat mendeklarasikan Partai Gema Bangsa, Sabtu.
Deklarasi tersebut dibacakan oleh Muhammad Sopiyan selaku Sekjen Partai Gema Bangsa.
Acara turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan partai politik, di antaranya mantan Menteri ESDM Sudirman Said, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, serta perwakilan dari Partai NasDem, Demokrat, PKS, dan partai lainnya.
Saat membacakan deklarasi, Sopiyan secara tegas menyatakan dukungan Partai Gema Bangsa kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam kontestasi Pilpres 2029.
“Partai Gema Bangsa mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden dalam pemilu tahun 2029,” ujar Sopiyan.
Dia menuturkan, Partai Gema Bangsa berdiri atas keinginan kuat untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, makmur, dan sejahtera sesuai dengan visi dan misi partai.
Menurut Sopiyan, Partai Gema Bangsa hadir sebagai partai politik modern yang terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia dan ingin menjawab kegelisahan publik terhadap praktik politik yang transaksional, sentralistik, dan oligarkis.
Partai ini juga menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan memberdayakan potensi daerah dan kearifan lokal melalui kebijakan desentralisasi politik.
Selain itu, Partai Gema Bangsa ingin menjadi rumah politik yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan potensi, inisiatif, dan kreativitas yang produktif bagi kemajuan bangsa.
“Partai Gema Bangsa dengan kekuatan struktur organisasi dan kader yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten kota di Indonesia serta perwakilan di luar negeri, siap memenangkan Pemilu tahun 2029,” imbuh Sopiyan.