Baru 1 Korban Ditemukan, Berikut Daftar Lengkap Kru dan Penumpang Pesawat ATR 42-500
January 19, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Korban berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan di dalam jurang sedalam sekitar 200 meter dari titik serpihan pesawat.

Hingga Minggu sore, sosok korban belum dapat diidentifikasi secara pasti karena proses evakuasi masih berlangsung.

Lokasi korban yang berada jauh di dasar jurang serta kondisi medan ekstrem membuat tim SAR harus bekerja ekstra dengan peralatan khusus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut korban ditemukan pada pukul 14.20 WITA saat tim melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

“Korban ditemukan di koordinat 04°54’44’’ LS dan 119°44’48’’ BT, berada di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter,” ujar Arif.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko juga membenarkan penemuan satu korban tersebut.

Menurut Pangdam, kondisi korban belum dapat dipastikan karena proses evakuasi masih berlangsung dan terkendala cuaca berkabut serta hujan yang datang tiba-tiba.

Kondisi cuaca di kawasan Gunung Bulusaraung memang tidak menentu, dengan jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal.

"Secara keseluruhan kami belum bisa menyampaikan di sini, yang jelas butuh effort yang cukup kerasa karena memang kondisinya luar biasa," ucapnya. 

Direktur Utama PT IAT, Tri Adi Wibowo, membeberkan dalam kejadian tersebut sempat terjadi simpang siur data Passenger Manifest yang sempat viral di media sosial.

Baca juga: PT IAT Kuak Identitas Kru ATR 42-500 yang Jatuh di Maros, Beda dengan Manifest, 1 Nama tak Disebut

Koreksi Jumlah Kru: 7 Orang On-Board

Tri Adi Wibowo menegaskan bahwa kru yang bertugas dalam penerbangan maut pada Sabtu (17/1/2026) tersebut berjumlah tujuh orang, bukan delapan.

Penjelasan ini menjadi basis penting bagi tim SAR gabungan dalam melakukan proses evakuasi dan identifikasi di lapangan.

"Kami mengklarifikasi bahwa kru yang on-board ada tujuh orang," ujar Tri Adi dalam konferensi pers di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Sabtu malam dikutip dari Kompas.com.

Misteri Perbedaan Nama dalam Manifest

Pihak IAT merinci tujuh nama kru yang bertugas, yaitu:

  • Andi Dahananto
  • Muhammad Farhan Gunawan
  • Restu Adi
  • Dwi Murdiono
  • Florencia Lolita
  • Esther Aprilita
  • (Satu kru lainnya belum disebutkan namanya)

Ditemukan fakta mengejutkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kru yang terbang dengan nama di manifest awal.

Dari daftar tersebut, hanya Andi Dahananto, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita yang namanya tercantum di manifest.

Sebaliknya, beberapa nama yang ada di manifest seperti Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, hingga Captain Sukardi dipastikan tidak ikut dalam penerbangan tersebut.

Total 10 Orang di Dalam Pesawat

Kepastian jumlah korban juga dikonfirmasi oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa. Ia menyebutkan total Person on Board (POB) adalah 10 orang.

“Confirm Capt. Sukardi tidak on-board, sehingga POB hanya 10 orang sesuai informasi operator IAT,” jelas Lukman.

Identitas 3 Penumpang dari KKP

Selain tujuh kru, terdapat tiga pegawai Direktorat Jenderal PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang menjalankan misi negara (air surveillance). Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono merilis identitas mereka sebagai berikut:

  • Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas)
  • Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara)
  • Yoga Naufal (Operator Foto Udara)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.