TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kepala Desa (Kades) Cigandeng, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, mengungkapkan terkait penemuan seekor hewan binturung atau binturong yang masuk ke permukiman warga.
Hewan langka itu masuk ke permukiman warga Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang pada Sabtu (17/1/2026) pagi, saat hujan turun.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa (Kades) Cigandeng, Sukma mengungkapkan, kemunculan hewan binturong beberapa hari yang lalu merupakan baru kali pertama ditemukan warga.
Hewan itu ditemukan oleh warga saat sedang membersihkan rumput.
"Iya itu baru pertama kali kita temukan. Nah warga yang melihat langsung teriak, dan mengejar hewan itu. Dikira warga musang," ujarnya dalam sambungan telepon, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Dikira Serigala, Hewan Langka Binturong Diamankan Warga Pandeglang Mati Akibat Luka Jerat & Tembakan
"Hewan itu larinya juga pelan. Karena saya juga ada di sawah sama warga," sambungnya.
Ia menduga bahwa hewan binturong tersebut berasal dari kawasan Gunung Pulosari.
Sebab, menurut dia, kawasan Desa Cigandeng tidak ada kawasan hutan.
"Kayanya dari Pulosari turunnya. Soalnya kalau di desa Cigandeng tidak ada kawasan hutan," katanya.
Menurutnya, jarak tempuh dari kawasan Gunung Pulosari ke Desa Cigandeng haru melewati lima desa.
"Jadi ada lima desa kalau dari Pulosari ke desa Cigandeng," ujarnya.
Warga Menangkap Binturong
Ia mengatakan, hewan tersebut ditangkap warga menggunakan tali.
Warga juga sempat melaporkan ke Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Namun, hewan tersebut sudah dalam kondisi mati.
"Langsung laporan tuh sorenya. Nah pada saat ditangkap pake tali, tapi tidak kenceng talinya juga," katanya.
Tak hanya itu, warga yang menangkap sempat terkena gigit Binturong tersebut.
"Ada yang kena gigitan, sampai sekarang masih panas dingin kondisi badannya," ucapnya.
Mengenal Binturung
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, Binturung adalah binatang menyusui sejenis musang, bentuk badan dan bulunya menyerupai beruang, berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan kasar, ekornya panjang, biasa keluar malam untuk mencari makan, makanannya buah-buahan, pucuk daun, tetapi juga daging dan telur.
Ciri Fisik
Memiliki tubuh besar dengan panjang 60-90 centimeter, berat 9-14 kg, bulu lebat berwarna hitam atau cokelat, dan ekor panjang yang dapat mencapai sepanjang tubuhnya.
Perilaku
Binturung adalah hewan nokturnal, yang berarti mereka aktif pada malam hari. Mereka menghabiskan siang hari tidur di cabang pohoh yang tinggi.
Tentang Binturung
Binturung (Arctictis binturong) adalah mamalia unik yang termasuk dalam keluarga Viverridae dan sering disebut "Bearcat". Sebagai sata dilindungi, binturung memiliki status konservasi yang pnting.
Habitat
Binturung biasanya ditemukan di hutan hujan tropis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Mereka lebih suka tinggal di area yang memiliki banyak pepohonan untuk mendukung kehidupan arboreal (hidup di pohon).
Keunikan :
Salah satu keunikan dari binturong adalah bahwa mereka memiliki kemampuan unik untuk mengubah arah pergerakannya di udara saat melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.
Ini memungkinkan mereka untuk bergerak dengan cepat dan lincah di antara cabang-cabang pohon di hutan mereka.
Binturong juga memiliki bau khas yang berasal dari kelenjar khusus yang terletak di bawah ekornya, yang digunakan untuk menandai wilayah mereka dan menunjukkan status kekerabatan mereka kepada binturong lainnya.