Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Kronologi kecelakaan bus Putra Raflesia berwarna putih bernomor polisi BD 7131 CZ menabrak pikap Mitsubishi L300 berwarna hitam bernomor polisi BE 8393 AMN, Sabtu (17/1/2025) sekitar pukul 04.13 WIB di Tol Bakter.
Dalam insiden ini satu orang mengalami luka berat.
"Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Trans Sumatera KM 56+600 Jalur Bandung pada Sabtu (17/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.13 WIB," ujar Manager Ruas Bakauheni Terbanggi Besar, Andri Pandiko, Minggu (18/1/2026).,
"Kecelakaan terjadi saat Bus Putra Raflesia berwarna putih bernomor polisi BD 7131 CZ melaju dari arah Terbanggi Besar menuju Bakauheni," terusnya.
Berdasarkan keterangan awal, pengemudi bus diduga mengantuk saat mengemudi di lajur cepat.
"Akibatnya, bus yang dikemudikan Rudi Chanra (47) menabrak pikap Mitsubishi L300 berwarna hitam bernomor polisi BE 8393 AMN yang dikemudikan Rino Handoyo (28) dan melaju di depannya," terangnya.
Benturan keras menyebabkan pengemudi bus, Rudi Chandra, mengalami luka berat dan langsung dievakuasi ke RSUD Bob Bazar untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara pengemudi pikap dilaporkan selamat.
Posisi akhir kendaraan, bus berhenti normal di lajur cepat menghadap ke arah selatan, sedangkan pikap berada di bahu jalan dengan posisi berlawanan arah menghadap ke utara.
Kecelakaan ini juga mengakibatkan kerusakan dua lembar guardrail milik aset tol.
Petugas tol bergerak cepat setelah menerima laporan dari OCC HKA.
Tim Bravo tiba paling awal di lokasi pada pukul 04.20 WIB, disusul Bakter 210, tim medis, BKO, unit derek Gajah, serta PJR Ranting 2.
Respons cepat ini membuat proses evakuasi dan pengamanan lokasi berjalan lancar.
"Respons time Bravo tercatat sekitar tujuh menit hingga tiba di lokasi kejadian," kata petugas di lapangan.
Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian dievakuasi ke GT Itera Kotabaru, dan kondisi lokasi kejadian berhasil disterilkan pada pukul 05.57 WIB, sehingga arus lalu lintas kembali normal.
Pihak pengelola tol dan kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada jam rawan dini hari.
Pengemudi diminta memastikan kondisi tubuh tetap prima, beristirahat jika mengantuk, serta mematuhi kecepatan dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )