Sosok Dwi Murdiono Jadi Korban Pesawat ATR yang Disewa KKP Jatuh di Maros, Ikut Jejak Karier Ayah
January 19, 2026 01:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Dwi Murdiono, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 nomor registrasi PK-THT di pegunungan Bulusaraung wilayah perbatasan Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Diketahui, Dwi Murdiono adalah anak sulung dari empat bersaudara. 

Dwi Murdiono mengikuti jejak ayahnya di dunia penerbangan sebagai engineer pesawat.

Profesi ini telah lama digeluti ayahandanya, Bambang Muchwanto, sebelum pensiun sejak pandemi Covid-19.

Baca juga: Curhat Pilu Ayah Esther Pramugari Korban Pesawat ATR Jatuh, Putrinya Minta Maaf Sebelum Terbang

Kabar jatuhnya pesawat ATR 42-500 sontak membuat sang ayah terpukul mengetahui putra sulungnya menjadi salah satu korban.

Dilansir dari Tribuntimur.com, Pria paruh baya asal Malang, Jawa Timur itu berusaha tegar, namun kesedihan tergambar dari raut wajahnya saat melangkah perlahan di lantai dua Gedung Dokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Kota Makassar, Minggu (18/1/2026) malam.

Ia tiba di Makassar pada Minggu (18/1/2026) malam.

Begitu tiba di Pos Ante Mortem, ia langsung mengikuti tahapan pengambilan DNA sebagai bagian dari prosedur standar identifikasi korban.

"Saya ayah dari Dwi Murdiono, salah satu kru pesawat ATR,” ujar Bambang di hadapan seorang dokter Disaster Victim Identificatio.

Sambil memegang KTP dengan tangan gemetar, Bambang mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Makassar sebelum ada kejelasan mengenai nasib putranya.

"Sebagai orang tua, saya cuma ingin anak saya ditemukan. Apa pun keadaannya. Kita belum tahu apa-apa. Tapi maunya sampai anak saya ketemu. Percuma datang jauh-jauh kalau cuma ambil sampel DNA," ujar Bambang lirih di hadapan dokter Disaster Victim Identification (DVI).

Bambang menceritakan bahwa ia pertama kali mendengar kabar pahit tersebut dari seorang rekan pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Hingga kini, ia masih memanjatkan doa agar ada keajaiban bagi sang putra.

"Saya berangkat dari rumah siang tadi, sampai di Makassar malam. Saya nunggu di sini dulu, sampai anak saya ditemukan. Semoga anak saya selamat," tuturnya dengan suara terbata-bata.

Bambang berharap anaknya bisa segera ditemukan.

Tetangga Ungkap Momen Terakhir Ferry Irawan Pegawai KKP Sebelum Pesawat ATR 42-500 Ditumpangi Jatuh

 

Memasuki hari ketiga, Senin (19/1/2026), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan pegunungan yang memiliki ketinggian 1.353 mdpl tersebut.

Hingga Minggu petang, tim dilaporkan telah menemukan satu jenazah korban di lereng dengan ketinggian 1.210 mdpl.

Namun, proses evakuasi terkendala medan yang sangat curam dan tutupan kabut tebal.

Detik-detik Pesawat Jatuh

Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.

Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini .

Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.

Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.

"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Baca juga: Di Mata Paman, Farhan Gunawan Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Burusaraung Dikenal Cerdas

Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.

"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.

Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka

Pesawat Sempat Ada Masalah

Sehari sebelum dilaporkan jatuh, Pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang itu, mengalami permasalahan di bagian mesin.

Petinggi IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin membenarkan hal itu.

Pihak IAT mengklaim permasalahan sudah berhasil diperbaiki di hari pertama penemuan.

Akan tetapi, Capt Edwin tidak membeberkan secara gamblang soal masalah mesin tersebut.

“Memang ada problem di enginering kami, tapi kami sudah tes."

"Problem kecil, tapi kami sudah perbaiki hari Jumat,” kata Edwin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Daftar korban

Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.

Berikut daftar korbannya:

1.⁠ ⁠Capt Andy Dahananto

2.⁠ ⁠SIC FO M Farhan Gunawan

3.⁠ ⁠FOO Hariadi

4.⁠ ⁠EOB Restu Adi P

5.⁠ ⁠EOB Dwi Murdiono

6.⁠ ⁠Flight attendant Florencia Lolita

7.⁠ ⁠Flight attendant Esther Aprilitas

8.⁠ ⁠Deden dari KKP

9.⁠ ⁠Ferry dari KKP

10.⁠ ⁠Yoga dari KKP

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.