Pemkab Deli Serdang Resmi Menutup Pasar Delimas Lubuk Pakam, Pintu sudah Ditembok Seng
January 19, 2026 02:27 PM

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Pasar tradisional delimas Lubuk Pakam resmi ditutup oleh Pemkab Deli Serdang, Senin (19/1/2026).

Seluruh pedagang direlokasikan ke pasar tradisional Bakaran Batu yang berjarak kurang lebih 1,5 km. Saat ini pedagang sudah berkumpul di pasar Bakaran Batu. 

Pantauan Tribun Medan pintu keluar masuk pasar tradisional delimas sudah ditutup dengan seng.

Tertulis di seng yang dipasang tulisan dilarang masuk. Aktivitas jual beli di pasar delimas terakhir terlihat pada, Minggu (18/1/2026). 

"Tadi malam ini ditutupnya (pintu keluar masuk). Sudah pindah orang itu (pedagang) ke Bakaran Batu. Kalau kami masih di sini," ujar Boru Sihombing pedagang ikan mas di samping pintu masuk pasar Delimas. 

Meski sudah ditutup namun di Jln Sultan Hasanuddin Lubuk Pakam masih ada aktivitas jual beli pasar.

Di tempat ini masih ada pedagang sayur dan grosir yang buka menempati kios atau ruko-ruko.

Saat ini pedagang di sini pun mulai merasakan dampak atas adanya penutupan pasar delimas ini. 

"Kami pun katanya mau dipanggil ini. Kalau dampak ya adalah karena pembeli kami sudah kocar kacir," kata Sihombing.

Sementara itu suasana yang lebih ramai terasa di pasar bakaran batu Lubuk Pakam.

Karena banyak pedagang yang sudah berkumpul di tempat ini suasana tidak lagi sepi seperti hari-hari biasa khususnya di pukul 11.00 WIB.

Saat diwawancaria banyak keluhan yang masih dirasakan oleh para pedagang baru. 

"Semalam masih jualan di Delimas, hari inilah kami pertama di sini. Kalau ditanya di Lubuk Pakam ini sayalah orang terlama sebelum Delimas dibangun pun sudah jualan saya. Keluhan air lah karena air harus ngangkat dulu kalau di sana sudah ada," kata Sari. 

Sari merasa untuk hari pertama ia belum merasa cocok dengan tempat ini. Dianggap posisi los yang didapatnya masih dibelakang bukan bagian depan.

Plt Kadisperindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deli Serdang, T M Yahya menyampaikan 215 pedagang Delimas sudah dipindahkan dan diberikan tempat di pasar bakaran batu. 

"Untuk hari ini memang terlihat masih belum teratur (di pasar bakaran batu), pedagang masih melanggar batas-batas yang diberikan. Selain itu kita juga melihat masih ada lapak yang kosong padahal ini sudah ditata sedemikian rupa," kata Yahya yang ditemui di pasar bakaran batu.

Yahya bilang jika dalam waktu 31 Januari nanti masih ada lapak dan kios yang kosong belum ditempati maka selanjutnya akan mereka berikan kepada pedagang lain yang aktif.

Disebut mereka akan membuatkan pengumuman tersebut nantinya di spanduk dan akan di pasang di pasar bakaran batu. 

(dra/tribun-medan.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.