SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM- Kota Pagar Alam semakin mendekati realisasi program ketahanan pangan nasional dari Presiden Prabowo, menyusul pembangunan Daerah Irigasi (DI) Lematang yang hampir rampung.
Proyek ini termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumatera Selatan dan dirancang untuk mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut.
DI Lematang adalah irigasi semi-teknis yang menargetkan lahan sawah seluas 3.000 hektare di Kecamatan Dempo Tengah.
Saat ini, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS VIII) masih melakukan pekerjaan saluran primer dan sekunder, yang masuk dalam masa pemeliharaan.
"Kami dari pihak BBWSS VIII telah melaksanakan pekerjaan primer dan sekunder dimana sampai saat ini masih masuk dalam masa pemeliharaan," ujar Suryanto ST ,Staf PJPA Staf PJPA BBWSS VIII, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini air yang bersumber dari Bendung Lematang sudah dialirkan kembali setelah sempat tutup dikarenakan ada pembersihan dan pemeliharaan.
"Saat ini air sudah kembali mengalir setelah kamu buka pintu bendung kurang lebih 5 cm dan sekarang air sudah sampai di tiap-tiap saluran sekunder yang ada," katanya.
Dijelaskan Suryanto, namun irigasi ini belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan secara maksimal karena masih diperlukan tahapan untuk pembangunan saluran tersier dan cetak sawah.
"Untuk itu kami berharap adanya dukungan dari pemerintah Kota Pagar Alam untuk bersinergi dengan kami terutama dinas pertanian untuk dapat bersama-sama mendorong segera dilaksanakannya cetak sawah serta membangun saluran tersier pada saluran sekunder yang ada," jelasnya.
"Dikarenakan saluran tersier tidak ada pembebasan lahan untuk saluran sekunder Tapus, Selebang, Joko Utama, Joko Kiri dan Joko Kanan dan Salipaya. Kita berharap dengan selesainya saluran tersier di D.I. Lematang masyarakat dapat mengembangkan persawahan, palawija dengan memanfaatkan air D.I. Lematang," tambahnya.