PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sejak sekitar sepekan terakhir, elpiji 3 kilogram langka di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Bukan hanya di pangkalan, elpiji bersubsidi itu juga sulit ditemukan di pengecer. Jika ada, harganya melambung.
Pantauan Bangka Pos pada Rabu (15/1/2026), elpiji kemasan tabung 3 kg dijual Rp35.000 per tabung di tingkat pengecer.
Padahal, harga normalnya hanya berkisar Rp25.000 per tabung.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram tersebut dikeluhkan oleh warga. Reni, warga yang sehari-hari sebagai pedagang gorengan di kawasan Kampung Opas, mengaku, terpaksa beralih menggunakan gas nonsubsidi ukuran 5,5 kg karena elpiji 3 kg sulit diperoleh.
"Biasanya ambil (elpiji 3 kg) di pangkalan, tetapi sekarang sering kosong. Mau tidak mau pakai gas 5 kilogram supaya tetap bisa jualan," kata Reni, Minggu (18/1/2026).
Ia menambahkan, penggunaan elpiji 5 kg berdampak pada bertambahnya biaya operasional usaha.
Meski demikian, dia tidak memiliki pilihan lain demi menjaga usahanya tetap berjalan.
"Kalau tidak pakai gas, tidak bisa produksi. Biaya jelas lebih mahal, tetapi bagaimana lagi," ujar Reni.
Warga Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Sandra (55), Minggu (18/1/2026), mengatakan, dirinya sudah dua hari terakhir berkeliling mencari elpiji 3 kg, namun belum juga mendapatkannya.
"Sudah dua hari ini cari gas (3 kg) ke mana-mana, tidak ada. Di toko kelontong kosong, di pangkalan langganan juga kosong," kata Sandra.
Menurut Sandra, kelangkaan elpiji 3 kg tersebut cukup mengganggu aktivitas rumah tangga, terutama untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Ia berharap, pasokan elpiji 3 kg segera kembali normal agar masyarakat kecil tidak makin terbebani.
Sebelumnya, pemilik toko kelontong di kawasan Pasar Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Mery, mengatakan, kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kg sudah terjadi sejak pekan lalu.
Ia mengaku hanya mendapatkan pasokan sebanyak 10 tabung.
"Sudah sejak minggu kemarin gas susah didapat. Di toko cuma ada 10 tabung, itu pun saya jual Rp35 ribu. Dijual pagi, sebentar saja langsung habis diburu masyarakat," kata Mery saat ditemui Bangka Pos, Rabu (15/1/2026).
Pantauan Bangka Pos di salah satu pangkalan elpiji 3 kg di Kelurahan Masjid Jamik, Rabu (15/1/2026), pangkalan tersebut terlihat kosong.
Pemilik pangkalan, Abi, mengatakan, pasokan elpiji dari agen mengalami keterlambatan sejak sepekan terakhir.
"Stok gas minim sudah terjadi sejak minggu lalu. Biasanya gas tetap datang, tetapi belakangan ini jadwalnya terlambat," katanya.
Dalam kondisi normal, lanjut Abi, pangkalannya menerima pasokan 60 tabung elpiji 3 kg setiap kali pengiriman, dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan, sehingga totalnya 180 tabung per minggu.
Ia menambahkan, setiap kali pasokan tiba, elpiji bersubsidi tersebut langsung didistribusikan kepada pelanggan yang telah terdaftar sebagai konsumen resmi di pangkalan.
"Kalau kami dari pangkalan tetap menjual seharga Rp18.000, dan memang sudah ada warga yang terdaftar, tidak bisa dijual ke masyarakat selain terdaftar," tutur Abi.
Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan elpiji 3 kg tersebut.
Namun, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, keterlambatan distribusi diduga disebabkan oleh kondisi cuaca buruk.
"Informasi yang kami dengar, gelombang laut lagi tinggi, jadi kapal pengangkut gas tidak bisa masuk ke Bangka Belitung, termasuk ke Pangkalpinang," ujar Abi. (t2)