TRIBUNTRENDS.COM - “Kami semua berdoa. Berharap mukjizat. Kami yakin harapan itu masih ada.”
Ungkapan penuh harap itu disampaikan Yanti, warga Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (19/1/2026).
Kalimat tersebut menggambarkan kegelisahan sekaligus doa keluarga yang masih menanti kabar tentang Florencia Lolita Wibisono.
Florencia merupakan salah satu pramugari pesawat ATR yang hingga kini belum diketahui keberadaannya, setelah pesawat yang ditumpanginya jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Insiden tersebut terjadi pada penerbangan yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar, dengan total 10 penumpang di dalam pesawat.
Dari dua pramugari yang bertugas dalam penerbangan nahas itu, Florencia menjadi salah satu yang masih dalam proses pencarian.
Tim SAR menyampaikan bahwa hingga Minggu pagi, baru satu jenazah yang berhasil ditemukan di lokasi kejadian.
Proses evakuasi mengalami kendala akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat, sehingga menyulitkan upaya pencarian korban lainnya.
Baca juga: Jaga Anak-anak Chat Terakhir Deden Maulana Korban Pesawat ATR, Gelagat Tak Biasa Diungkap Ayah
Di tengah situasi penuh ketidakpastian ini, keluarga Florencia juga mengingat rencana masa depan yang sempat disampaikan almarhumah kepada kerabat dekat.
Menurut Yanti, Florencia diketahui telah memiliki rencana untuk melangsungkan pernikahan.
“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti.
Calon pasangan Florencia, yang akrab disapa Ollen, disebut berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.
Namun hingga kini, keluarga belum memperoleh informasi resmi terkait keberadaan Ollen, seiring proses pencarian yang masih dilakukan oleh tim SAR.
“Kami tetap berharap Ollen bisa segera ditemukan,” ucap Yanti.
Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun.
Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.
Pengalaman 14 Tahun di Dunia Penerbangan, Florencia Wibisono Baru 3 Bulan Bertugas di ATR 42-50
Sosok Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami insiden jatuh, dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan.
Florencia atau Ollen diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport.
“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos anggota keluarga Florencia.
Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.
“Kurang lebih 14 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos.
Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung.
Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior.
“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” sambungnya.
Hingga kini, pihak keluarga masih menantikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden pesawat tersebut.
Baca juga: Pamitan Terakhir Deden Maulana, Pegawai KKP Korban Pesawat ATR 42-500, Istri Histeris, Ayah Kaget
“Kemungkinan tabrak tebing atau lereng, tapi pesawat masih dalam kontrol pilot,” kata Soerjanto dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel, Minggu (18/1/2026).
Pesawat ini jatuh dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar sedang digunakan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) untuk tugas pengawasan.
Tugas itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
(TribunTrends/Tribunnews)