Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Diduga Jatuh di Gunung Bulusaraung
January 19, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, MAKASSAR -  Peristiwa hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026) siang menjadi perhatian besar publik.

Pesawat yang membawa tiga penumpang dan delapan kru tersebut dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Upaya pencarian intensif segera dilakukan oleh TNI dan Basarnas dengan melibatkan ratusan personel gabungan.

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko,  dilansir dari Tribuntimur.com, Sabtu (17/1/2026) menyampaikan bahwa hasil pemantauan udara mendeteksi adanya titik api di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Temuan ini diperkuat oleh laporan masyarakat sekitar yang juga melihat api serta mendengar suara ledakan.

Menurut Pangdam, titik api tersebut diharapkan menjadi petunjuk utama lokasi jatuhnya pesawat.

Namun, kondisi cuaca yang kurang bersahabat dengan awan tebal sempat menghalangi pandangan tim pencari.

Selain pemantauan udara, pencarian juga diperluas hingga Puncak Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep setelah adanya laporan penemuan serpihan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah serpihan tersebut benar berasal dari pesawat ATR yang hilang kontak.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terbangkan Bangkai Pesawat, Timpa Rumah Warga di Bogor

Baca juga: Sopir Asal Sukabumi Meninggal Tergantung di Truknya yang Diparkir di Nagan Raya

Untuk memperkuat pencarian, sekitar 400 personel gabungan diturunkan ke lokasi, dengan posko utama tetap berada di titik awal pemantauan.

Dalam perkembangan terbaru, seorang pendaki menemukan potongan baju bergambar logo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di kaki timur Gunung Bulusaraung, tepatnya di Desa Bulu-bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep Sulsel Sabtu (17/1/2026).

Selain itu, ditemukan pula pintu besi di lokasi yang berada di perbatasan Desa Leang-Leang Maros dan Bontobonto Balocci Pangkep.

Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa pesawat jatuh di kawasan tersebut.

Pesawat Angkut 3 Pegawai KKP

Pesawat ATR-400 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat ATR 42-500 yang hilang diketahui mengangkut tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Deden, Feri, dan Yoga.

Sementara itu, kru pesawat terdiri dari:

Kapten Andy Dahananto sebagai pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak kabin: Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita S.

Identitas para penumpang dan kru ini menambah kepedihan keluarga yang menanti kabar pasti dari proses pencarian.

Dengan kondisi geografis Sulawesi Selatan yang penuh pegunungan dan cuaca yang sering berubah, pencarian pesawat menjadi tantangan tersendiri. Hingga kini, tim gabungan masih terus berupaya memastikan lokasi jatuhnya pesawat dan mengevakuasi korban. 

Baca juga: Dalam Sehari Dua Pesawat Jatuh di Brasil dan Chili, 68 Orang Tewas dan Puluhan Luka-Luka

Baca juga: Pesawat GA8 Airvan Mendarat Darurat di Persawahan Karawang, Seluruh Kru Selamat

Baca juga: Kronologi Pesawat Air India Jatuh, Tabrak Tempat Tinggal Dokter dan Satu Penumpang Selamat

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.