Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Relawan Kolaborasi Peduli Pendidikan kembali melaksanakan kegiatan trauma healing bagi siswa-siswi terdampak bencana di (Sekolah Dasar Negeri) SDN 7 Bintang, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Relawan Lintas Agama Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terisolasi Bencana di Aceh Tengah
Sebanyak 98 siswa mengikuti kegiatan pemulihan psikososial yang diawali dengan pelaksanaan upacara bendera.
Program ini bertujuan membantu anak-anak memulihkan kondisi emosional pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Koordinator utama kegiatan, Arbi Misra, mengatakan konsep trauma healing kali ini dipetakan berdasarkan minat dan bakat siswa.
Kegiatan meliputi didong, tarian daerah, shalawatan, drama, pentas seni, hingga permainan kearifan lokal itik-itiken.
“Insya Allah seluruh tampilan minat dan bakat ini akan dipentaskan pada hari keenam kegiatan melalui pentas seni langsung di lokasi terdampak, Kampung Kalasegi,” ujar Arbi.
Selain kegiatan trauma healing, para relawan juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah melalui dukungan Human Initiative serta donatur Ginting dan Reksodiputro, Rohis Pusat Nasional, dan donatur lainnya.
Bantuan yang diberikan berupa tas, buku tulis, pensil, kotak pensil, penghapus, penggaris, serta snack selama kegiatan berlangsung.
Kepala SDN 7 Bintang, Hardi Nova MPd, menyampaikan para siswa berasal dari tiga desa, yakni:
Sekitar 90 persen siswa merupakan korban terdampak bencana yang rumahnya mengalami kerusakan.
Baca juga: Relawan Asal Meulaboh Antarkan Bantuan Genset dan Tandon Air Gunakan Tali Sling
“Kehadiran relawan sangat membantu proses pemulihan pascabencana, karena tenaga pengajar belum sepenuhnya aktif. Guru masih diberlakukan sistem sif mengingat kondisi jalan yang masih berisiko dilalui,” kata Hardi.
Relawan yang tergabung dalam Kolaborasi Peduli Pendidikan berasal dari sejumlah lembaga, di antaranya:
Mereka mengangkat tema “Generasi Tangguh Bencana, Siaga Sejak Dini, Pulih Lebih Cepat”.
Para relawan memberikan dukungan psikososial melalui permainan dan aktivitas edukatif untuk membantu anak-anak kembali ceria dan optimis.
Untuk mengoptimalkan program, relawan menetap di Kampung Merodot selama tujuh hari. (*)
Baca juga: Relawan Unpad Bandung Tembus Medan Sulit untuk Bantu Korban Banjir Aceh Tengah