BREAKING NEWS: Wali Kota Maidi Diduga Terjaring OTT KPK di Madiun
Tribun January 19, 2026 05:32 PM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat langkah besar di awal tahun 2026.

Tim penindakan lembaga antikorupsi itu dikabarkan melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Senin (19/1/2026).

Dikutip dari Tribunnews.com, salah satu pihak yang ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut diduga kuat adalah Wali Kota Madiun, Maidi.

Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang tertangkap tangan, apakah akan dinaikkan menjadi tersangka atau tidak.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari juru bicara maupun pimpinan KPK mengenai detail kasus ataupun barang bukti yang diamankan dalam OTT tersebut.

Operasi di Madiun ini menambah deretan penindakan KPK di awal tahun 2026.

Tercatat, langkah ini merupakan OTT kedua yang digelar KPK dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.

Sosok Wali Kota Madiun Maidi

Catatan SURYA.co.id dari berbagai sumber, Maidi (lahir 12 Mei 1961) adalah politikus sekaligus mantan birokrat Indonesia yang kini menjabat sebagai Wali Kota Madiun periode 2025–2030. Sebelumnya, ia juga memimpin Kota Madiun pada periode 2019–2024.

Karier

  • Mengawali karier sebagai guru Geografi di SMAN 1 Madiun (1989–2002).
  • Menjadi Kepala SMAN 2 Madiun pada 2002, lalu diangkat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.
  • Tahun 2003 menjabat Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.
  • Dilantik sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (2005), kemudian kembali memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (2006).
  • Menjadi Sekretaris Daerah Kota Madiun (2009–2018).
  • Terpilih sebagai Wali Kota Madiun untuk dua periode: 2019–2024 dan 2025–2030.

Program Pemerintahan

Dalam kepemimpinannya, Maidi menggagas Pancakarya, konsep pembangunan yang mencakup Madiun Kota Pintar, Melayani, Membangun, Peduli, dan Terbuka. Program ini menjadi dasar visi misi Kota Madiun sebagai Kota Pendekar (Pintar, mEelayani, membanguN, peDuli, tErbuka, KARismatik).

Selain itu, ia memperkenalkan program tematik seperti:

  • Peceland untuk pengembangan destinasi kuliner.
  • Kota Sejuta Bunga sebagai ikon baru Madiun.
  • Program kesehatan Pendekar Obat dan Pendekar Waras saat pandemi COVID-19.
  • Pembangunan infrastruktur perkotaan, termasuk Pahlawan Religi Center (PRC).
  • Program pendidikan berupa pembagian laptop gratis bagi siswa dan guru untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.