Banjir Rendam 16 Kecamatan, Plt Bupati Bekasi Minta Aparat Turun Lapangan
January 19, 2026 05:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

Atas kondisi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja meminta seluruh camat dan lurah maupun kepala desa untuk turun ke lapangan membantu warga yang terdampak banjir.

Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, banjir telah melanda 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik genangan.

Sebagian besar wilayah terdampak merupakan kawasan yang setiap tahun mengalami banjir berulang.

“Dalam beberapa waktu terakhir ini, curah hujan yang cukup lebat menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Data sementara, sudah berdampak di 16 kecamatan dengan lebih dari 50 titik,” ujarnya saat memimpin Apel Hari Desa di Plaza Pemkab Bekasi pada Senin (19/1/2025).

Ia mengungkapkan bahwa saat melakukan kunjungan langsung ke lapangan, mayoritas lokasi terdampak merupakan daerah langganan banjir.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai membahas langkah-langkah solusi bersama para camat dan lurah turun bantu warga terdampak banjir.

Selain itu juga agar disiapkan upaya dalam mengurangi risiko banjir ke depannya.

Baca juga: Sakit, Richard Lee Mangkir Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka Pelanggaran Perlindungan Konsumen

“Rata-rata wilayah yang saya kunjungi itu banjir langganan, setiap tahun pasti terjadi. Kemarin saya berdiskusi dengan camat, bagaimana solusinya, apakah melalui sodetan atau langkah teknis lainnya,” jelasnya.

Menurut dr. Asep, pemerintah daerah menargetkan upaya penanganan banjir secara bertahap agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Ia menekankan pentingnya langkah preventif dan mitigasi sejak dini. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Plt Bupati Bekasi mengimbau seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir.

“Langkah antisipasi harus dilakukan, mulai dari memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dan mitigasi bencana,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat serta hadir dan responsif saat terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkas dr. Asep.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan hingga Sabtu malam, pengungsian tersebar di 10 desa pada 7 kecamatan, yakni Babelan, Tambun Utara, Cibitung, Sukawangi, Sukakarya, Cikarang Utara, dan Kedungwaringin.

“Cibitung menjadi wilayah dengan titik pengungsian terbanyak. Sementara di Babelan, warga mengungsi di Masjid Al Maghfur, Desa Babelan Kota. Di Tambun Utara, pengungsian terpusat di Perumahan Green Avenue Desa Srijamur dan Pondok Pesantren Nahdatul Watan Desa Srijamukti,” kata Dodi.

BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, distribusi logistik dan kebutuhan dasar, hingga pendataan serta asesmen dampak bencana.

“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, Destana, serta relawan kebencanaan,” ujar Dodi. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.