Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK Terkait Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR
January 19, 2026 06:54 PM

 

PROHABA.CO, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyita perhatian publik.

Kali ini, Wali Kota Madiun, Maidi, ditangkap bersama sejumlah pihak dalam operasi yang berlangsung di Jawa Timur pada Senin (19/1/2026).

Penangkapan ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang menyampaikan bahwa tim KPK mengamankan 15 orang dalam kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Madiun.

Dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk Wali Kota Madiun.

Dalam OTT tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Dugaan awal menyebutkan bahwa kasus ini terkait dengan fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.

Baca juga: DJP Nyatakan Kooperatif Usai KPK Lakukan Penggeledahan Terkait Dugaan Suap Pajak

Profil

Penangkapan ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, sekaligus menjadi sorotan karena Maidi baru saja memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Bagus F. Panuntun.

Maidi dan Bagus berhasil meraih kemenangan telak dalam pilkada serentak 2024 dengan perolehan suara 65.583 atau 56 persen.

Mereka mengalahkan dua pasangan calon lainnya, yakni Bonie Laksmana-Bagus Rizki yang memperoleh 39,2 persen suara, serta Inda Raya-Aldi dengan 4,7 persen suara.

Pasangan Maidi-Panuntun didukung oleh 11 partai politik besar, termasuk PSI, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.

Dukungan politik yang luas ini sempat menempatkan Maidi sebagai figur kuat di Kota Madiun.

Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi dikenal sebagai seorang pendidik.

Baca juga: KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut dan Staf Khusus Gus Alex Tersangka Korupsi Kuota Haji

Ia memulai kariernya sebagai guru geografi di SMAN 1 Kota Madiun pada tahun 1989.

Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Madiun, kemudian dipercaya menjadi Kepala Tata Usaha Dinas Pendidikan, dan setahun setelahnya menjadi Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.

Pada tahun 2005, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah, lalu kembali ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setahun kemudian.

Prestasi dan kiprahnya membuat Maidi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Madiun pada tahun 2009.

Setelah sembilan tahun menjabat, ia terjun ke politik praktis dengan maju dalam Pilkada 2018 dan berhasil menang bersama Inda Raya.

Lima tahun kemudian, ia kembali mencalonkan diri dan memenangkan Pilkada serentak 2024 bersamapengusaha muda Bagus Panuntun.

Kini, perjalanan politik Maidi menghadapi ujian berat dengan kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. 

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara sebagai Tersangka Kasus Korupsi, Ini Barang Bukti Yang Disita

Baca juga: KPK OTT di Banten dan Jakarta, Oknum Jaksa dan 9 Orang Diamankan Beserta Rp900 Juta Uang Tunai

Baca juga: Polres Dairi Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan oleh Bidan terhadap Remaja 16 Tahun

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.