Postingan Esther Aprilita Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh, Unggah Soal Menyerah 
January 19, 2026 05:36 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Esther Aprilita menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Esther merupakan pramugari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang di Pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sampai saat ini belum ada kabar soal Esther, dirinya masih dinyatakan hilang bersama 8 penumpang lainnya. 

Saat ini Tim SAR telah berhasil menemukan 2 korban yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. 

Namun identitasnya belum diungkap lebih jelas oleh Tim SAR. 

Ternyata sebelum kecelakaan tersebut, Esther sempat memposting video di akun TikTok pribadinya. 

Dalam postingannya, tampak dia mengenakan baju putih dipadu bawahan putih.

Ia tampak berlari di pinggir pantai sembari seperti menggandeng tangan seseorang.

"Start again. Fall in love again. Open up again. Trust again. Surrender again. Have faith again. Be happy again," tulisnya di postingan.

Terjemahannya '"Mulai lagi. Jatuh cinta lagi. Terbuka lagi. Percaya lagi. Menyerah lagi. Percaya lagi. Bahagia lagi,"

Pengakuan orang Tua Esther 

Orangtua Esther yang tinggal di kawasan Rancamaya, Desa Bojong Koneng Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor mengurai cerita.

Ibunda Esther, J Siburian mengaku bahwa ia masih berkirim pesan dengan sang putri pada Jumat (16/1/2026).

Dalam chat tersebut, Esther mengabari sang mama kalau dia sedang berada di Jogja dalam rangka tugas.

Esther pun aktif membagikan lokasinya ke sang mama.

"Chat terakhir hari Jumat malam. Kami masih chatting. Dia bilang dia di Jogja. Biasanya kalau seperti itu komunikasinya 'aku sudah di sini mah, di sini mah'," ujar J Siburian.

Namun pada hari kejadian yakni pada Sabtu, Esther sama sekali tak ada kabar.

Diungkap ayah Esther, Adi Sianipar, putrinya tidak membalas chat-nya satu hari kemudian.

Padahal di hari Sabtu itu Adi mengaku ingin menjemput Esther pulang sama-sama ke Bogor.

"Terakhir komunikasi kemarin saya jam 12 WA dia karena saya lagi ke Jakarta, dia kan kos di Jakarta, jadi saya mau jemput dia kalau dia mau pulang. Ternyata jam 12 itu enggak ada balasan dari dia, HP-nya udah enggak aktif," pungkas Adi dalam wawancaranya di Kompas TV.

Hingga akhirnya pada Sabtu sore, Adi dikabari oleh perusahan tempat Esther bekerja.

Bahwa pesawat yang ditumpangi Esther hilang kontak.

"Saya dihubungi sama kantor IAT tempat dia bertugas. Mulai ditelepon tapi karena lagi di jalan, enggak saya angkat. Dia WA, bahwasanya pesawat yang ditumpangi Esther dari Jogja-Makassar lost contact," imbuh Adi.

Lebih lanjut, Adi pun mengurai curhatan terakhir Esther sebelum jadi korban pesawat jatuh.

Kata Adi, Esther sempat cerita soal alasannya tak bertugas dari pertengahan hingga akhir Desember.

"Dari pertengahan bulan 12 kan dia enggak terbang, dari pertengahan Desember sampai akhir Desember. Karena pesawatnya itu lagi mau dipasang kamera di bawah pesawat itu katanya, kamera cctv, jadi mereka enggak terbang. Jadi masuk Januari mereka terbang lagi," kata Adi.

Terkait dengan alasan Esther bisa ada di Jogja, Adi mengaku tidak tahu.

Karena yang ia tahu, putrinya itu stand by di Jakarta.

"Dia kan stand by di Halim, saya enggak tahu juga kenapa dari Jogja ke Makassar," ujar Adi.

Hingga kini Adi masih optimis Esther bisa dapat keajaiban.

Keluarga masih harap-harap cemas menanti kabar soal kondisi Esther.

"Kami berharap masih ada mukjizat. Karena sampai sekarang kan belum ditemukan. Kami berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat," pungkas Adi.

Penemuan Kotak Hitam

Tim SAR gabungan temukan kotak berwarna hitam di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Kotak hitam seukuran lebar dan panjang laptop itu, ditemukan di lereng gunung.

"Saya tidak tahu apakah itu kotak hitamnya atau bukan," ucap seorang tentara yang baru tiba di Posko AJu Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Ia tampak memperlihatkan foto kotak hitam itu, ke atasannya.

Namun, saat hendak wawancara, ia mengarahkan agar temuan itu dikonfirmasi ke pejabat terkait.

Selain kotak berwarna hitam itu, dalam dokumentasi yang diperlihatkan, juga ditemukan tangga pesawat.

Temuan serpihan itu, kata dia telah diserahkan ke kordinator Tim Lapangan, yang dikomandoi perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

"Sudah diserahkan, semua ke kordinator Tim yang pak polisi tiga balok," sebutnya.

Tribun mengonfirmasi Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan terkait temuan diduga kotak hitam itu.

Namun, kata Andi Sultan, temuan tersebut belum dapat dipastikan apakah black box pesawat ATR 42-500 atau bukan.

"Kalau itu belum terkonfirmasi masalah kotak hitam. Pasti (kita mengupayakan pencarian)," kata Andi Sultan.

Petugas SAR kata Andi Sultan, saat ini masih memfokuskan pencairan ke 10 korban.

"Untuk sementara kami konsentrasi pencarian korban setelah itu blak box," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.