Keinginan Terakhir Andy, Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh 'Ingin Menggelar Tradisi Keluarga' 
January 19, 2026 05:36 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Nasib pilu menimpa keluarga Andy Dahananto, Kapten Pilot yang menerbangkan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar. 

Pesawat ATR 42-500 mengalami hilang kontak dan berujung jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Padahal Andy Dahananto telah menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport sejak Juni 2019.

Dalam artian dirinya bukanlah sosok pilot sembarangan, melainkan jam terbangnya sudah malang melintang. 

Ternyata sebelum kecelekaan, sang pilot memiliki keinginan yang belum sempat kesampaian. 

Keinginan sang pilot diungkapkan oleh putri sambungnya yang bernama Zalsabilla Zahra Nadya Maharani.

Bagi keluarga, Andy Dahananto bukan sekadar pilot senior, melainkan sosok ayah yang penuh perhatian.

Zalsabilla Zahra Nadya Maharani, anak tiri Andy, menceritakan bahwa ibunya menerima kabar tersebut saat sedang bekerja di Sorowako, Luwu Timur.

"Teman papa di Bandara Hasanuddin menelepon ke mama, memberi kabar kalau pesawat papa hilang dari radar. Mama langsung klarifikasi ke atasan papa, dan jawabannya memang benar," ujar Zalsabilla kepada media, Minggu (18/1/2026) malam.

Zalsabilla mengenang pertemuan terakhirnya dengan sang ayah pada pekan lalu.

Andy sempat mengutarakan keinginannya ingin pulang ke rumah pada 4 Februari mendatang untuk melakukan tradisi keluarga: berburu kuliner.

"Papa suka sekali kulineran. Kalau pulang pasti mengajak makan di luar. Makanan favorit papa itu sop buntut," kenang Zalsabilla.

Ia juga menambahkan betapa perhatiannya Andy yang tetap menyempatkan video call saat Zalsabilla melahirkan, meski sang ayah tengah bertugas.

Sosok Berpengalaman dan Kepercayaan Menteri

Capt Andy Dahananto (52) bukanlah nama baru di industri penerbangan Indonesia.

Pria asal Surabaya lulusan Juanda Flying School tahun 1987 ini menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport sejak Juni 2019.

Kariernya yang cemerlang membuatnya dipercaya memegang tanggung jawab besar, termasuk menerbangkan tokoh penting.

"Papa jarang pulang karena harus standby di Bandara Halim. Karena kalau Menteri Kelautan (Sakti Wahyu Trenggono) yang mau terbang, harus papa yang nyetir," ungkap Zalsabilla.

Andy tercatat telah menerbangkan pesawat ATR 42-500 PK-THT sejak tahun 2016.

Sebulan sebelum kejadian, tepatnya 17 Desember 2025, ia sempat mengunggah foto mengenakan seragam Patroli Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan di dalam kabin pesawat tersebut.

Penemuan Pesawat 

Berdasarkan manifes POB (Person On Board), jumlah orang yang berada di dalam pesawat dipastikan hanya 10 orang.

Para korban merupakan kru pesawat yang tengah menjalankan penerbangan misi pengawasan.

Diketahui, puing-puing pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung.

Selain serpihan pesawat, satu korban meninggal dunia juga telah ditemukan. 

"Posisinya tengkurap, laki-laki, masih utuh tapi pakaiannya sudah tidak ada saya lihat," kata seorang warga Desa Tompobulu , Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Arman (38) di Posko AJU Desa Tompobulu yang diduga menemukan mayat tersebut.

"Dalam jurangnya, mungkin ada sekitar 200 meter," lanjutnya.

Selain itu, kata dia,  juga ditemukan beberapa dokumen diduga milik korban tak jauh dari posisi mayat ditemukan.

"Ada KTP, pasport, ATM ada sekitar tiga. Ada hape juga tapi sudah hancur," sebutnya 

Arman mengaku, menjangkau lokasi setelah bersama dua warga lainnya turut membantu pencarian tim SAR.

"Saya naik tiga orang, sekitar jam 7 pagi saya berangkat. Dan tadi jam 2 saya temukan itu mayat," ucapnya.

Setelah menemukan posisi mayat , Arman pun menginformasikan temuannya itu ke tim SAR.

Tim SAR Nginap di Jurang 

Akhirnya 10 petugas SAR terpaksa nginap di jurang lokasi ditemukannya mayat diduga korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di sekitar lereng Gunung Bulusaraung.

Petugas SAR itu, terpaksa membangun camp tak jauh dari lokasi mayat berjenis kelamin laki-laki itu, lantaran proses evakuasi sulit untuk dilakukan. 

Selain kondisi medan yang menyulitkan petugas SAR, cuaca di kawasan Gunung Bulusaraung juga tidak memungkinkan dilakukan evakuasi di malam hari.

"Terkendala dari kondisi cuaca," kata Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan ditemui di pos AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

"Namun kita tadi sudah melakukan koordinasi dengan anggota di bawah bersama korban, memutuskan untuk malam ini camp," lanjutnya.

Evakuasi kata Sultan, akan dilakukan lewat jalur udara atau helikopter.

"Kami merencanakan kalau cuaca mendukung, kami akan melakukan evakuasi dengan udara," katanya.

Dengan adanya temuan satu korban meninggal dunia di dalam jurang sedalam 200 meter, total korban yang masih dicari kebenarannya sejauh ini sembilan orang.

"Kondisi medan kurang bagus dan kabut di situ sekitar 3-5 meter untuk vicibility jarak pandang," terang Andi Sultan.

"Kita sudah berupaya melakukan evakuasi J-trik (menarik mayat dari atas tebing) namun cuaca tidak memungkinkan," lanjutnya.

Penemuan Kotak Hitam

Tim SAR gabungan temukan kotak berwarna hitam di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Kotak hitam seukuran lebar dan panjang laptop itu, ditemukan di lereng gunung.

"Saya tidak tahu apakah itu kotak hitamnya atau bukan," ucap seorang tentara yang baru tiba di Posko AJu Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Ia tampak memperlihatkan foto kotak hitam itu, ke atasannya.

Namun, saat hendak wawancara, ia mengarahkan agar temuan itu dikonfirmasi ke pejabat terkait.

Selain kotak berwarna hitam itu, dalam dokumentasi yang diperlihatkan, juga ditemukan tangga pesawat.

Temuan serpihan itu, kata dia telah diserahkan ke kordinator Tim Lapangan, yang dikomandoi perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

"Sudah diserahkan, semua ke kordinator Tim yang pak polisi tiga balok," sebutnya.

Tribun mengonfirmasi Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan terkait temuan diduga kotak hitam itu.

Namun, kata Andi Sultan, temuan tersebut belum dapat dipastikan apakah black box pesawat ATR 42-500 atau bukan.

"Kalau itu belum terkonfirmasi masalah kotak hitam. Pasti (kita mengupayakan pencarian)," kata Andi Sultan.

Petugas SAR kata Andi Sultan, saat ini masih memfokuskan pencairan ke 10 korban.

"Untuk sementara kami konsentrasi pencarian korban setelah itu blak box," ujarnya.

1 Korban Dievakuasi

Satu korban hilangnya pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim SAR gabungan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Kabar penemuan korban itu dikonfirmasi Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di posko Basarnas, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, Tim SAR juga menemukan satu korban di lereng gunung.

"Melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban. Sekarang kita sedang berupaya mengevakuasi ke posko AJU Tompobulu," ujarnya.

Mantan Pangdivif 3 Kostrad ini mengatakan, mengaku belum bisa memastikan kondisi langsung korban.

"Secara keseluruhan kami belum bisa menyampaikan di sini, yang jelas butuh effort yang cukup kerasa karena memang kondisinya luar biasa," terangnya.

Kondisi medan dan cuaca yang berkabut di lokasi ditemukannya korban, lanjut Bangun, juga menyulitkan tim SAR melakukan evakuasi.

Tetapi, kata Bangun, Medan itu tak sesulit saat perjalan ke posko AJU Tompobulu.

"Korban ditemukan di sebelah Utara dari puncak dari lokasi serpihan. Ini lokasinya di jurang," bebernya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.