INOPTAN IV Unika St Paulus Ruteng, Gubernur NTT Dorong Transformasi Digital Sektor Pertanian 
January 19, 2026 05:39 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), E. Melkiades Laka Lena,  menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak lagi sekadar soal ketersediaan bahan pangan, tetapi mencakup keberlanjutan, efisiensi pengelolaan, dan optimalisasi sumber daya lokal berbasis teknologi digital.

Pernyataan itu disampaikan saat Gubernur Melki menjadi Distinguished Speaker pada pembukaan Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan (INOPTAN) Seri 4, yang digelar Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Senin (19/1/2026), melalui Zoom Meeting.

“Ketahanan pangan menyangkut bagaimana kita mengelola sumber daya lokal secara cerdas, berkelanjutan, dan berbasis inovasi. Tanpa teknologi, potensi besar itu tidak akan maksimal,” ujar Gubernur Melki.

 

Baca juga: Seminar INOPTAN IV, Prof. Tavi Supriana Paparkan Peran Teknologi untuk Ketahanan Pangan di NTT

 

 

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Indonesia Timur itu menekankan bahwa transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan tidak dapat ditawar. Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika global menuntut pertanian beradaptasi dengan teknologi modern.

“Cara-cara konvensional tidak lagi cukup. Pertanian harus bertransformasi melalui pertanian presisi, Internet of Things, sistem informasi pertanian, dan analisis data agar mampu bertahan dan berkembang,” jelasnya.

Gubernur Melki menilai digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan memperkuat sistem pertanian berkelanjutan yang menopang ketahanan pangan di daerah maupun nasional.

 

Baca juga: Buka Seminar INOPTAN Seri 4, Rektor Unika St Paulus Ruteng Dorong Digitalisasi Pertanian NTT

 

Sejalan dengan Kebijakan Nasional dan Daerah

Tema INOPTAN 4 sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, serta Peraturan Gubernur NTT Nomor 80 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Pangan Lokal. Kedua regulasi ini menekankan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi seperti Unika Santu Paulus Ruteng memiliki peran strategis sebagai motor inovasi dan penghasil gagasan ilmiah yang aplikatif,” ujar Gubernur.

Dorong Generasi Muda Cintai Pangan Lokal

Gubernur Melki juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota di NTT untuk memberi perhatian serius pada pengembangan pangan lokal, seperti padi lokal, jagung pulut, sorgum, kelor, ubi-ubian, dan kacang-kacangan. Ia menekankan pentingnya melibatkan generasi muda, terutama milenial dan Gen Z, dalam ekosistem pangan lokal.

“Anak muda harus mencintai, memiliki, dan bangga terhadap pangan lokal NTT. Ini peluang besar untuk berwirausaha dan menciptakan nilai tambah ekonomi,” tegasnya.

Forum Ilmiah untuk Aksi Nyata

Gubernur menilai Seminar Nasional INOPTAN 4 bukan sekadar forum akademik, tetapi ruang strategis untuk melahirkan rekomendasi dan kolaborasi nyata dalam pengembangan pangan lokal berbasis teknologi digital.

“Kami berharap dari forum ini lahir gagasan dan kerja sama konkret yang langsung berdampak pada penguatan ketahanan pangan daerah dan nasional,” tutup Gubernur Melki.

Seminar Nasional INOPTAN 4 menegaskan komitmen Unika Santu Paulus Ruteng sebagai pusat pengembangan inovasi pertanian dan peternakan berkelanjutan yang berpijak pada sumber daya lokal dan tantangan masa depan.

Selvianus Hadun/Unika St Paulus Ruteng

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.