TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gedung Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Gorontalo yang berlokasi di Jalan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, dijadwalkan akan diresmikan pada Selasa besok.
Peresmian ini menjadi penanda penting sejak awal pemerintahan tahun 2026, di mana BKAD yang sebelumnya berkantor di lingkungan Kantor Gubernur kini resmi menempati gedung sendiri.
Kepala BKAD Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel, memastikan agenda peresmian tersebut akan dilakukan langsung oleh Gubernur Gorontalo.
"Rencana gedung ini akan diresmikan besok hari Selasa oleh Pak Gubernur," ujarnya, Senin (19/1/2026).
Dari sisi pembiayaan, pembangunan lan Gedung BKAD itu berdasarkan laporan PUPR-PKP Provinsi Gorontalo, memiliki pagu anggaran sebesar Rp6.908.700.000. Sementara itu, nilai kontrak tercatat sebesar Rp6.845.480.784, dengan penyedia jasa konstruksi CV. Abadi Jaya Konstruksi.
Baca juga: Tak Cuma Berantas PETI, Kapolda Gorontalo juga Dorong Penambang Urus IPR Agar Legal
Sukril menjelaskan, gedung tersebut sejatinya telah melalui proses panjang sejak tahap perencanaan.
"Perencanaannya 2023, konstruksinya 2024-2025, tapi belum selesai belum tuntas," kata Sukril.
Meski telah berdiri kokoh dengan model dua lantai, gedung ini diakui belum sepenuhnya rampung.
Salah satu pekerjaan yang masih belum terselesaikan adalah aspek pengamanan.
Hingga kini, bangunan tersebut belum dilengkapi pagar, sehingga dari luar bangunan tampak terlihat secara utuh.
"Nah itu (pagar) kita upayakan di 2026 ini," imbuhnya.
Gedung ini sendiri mengusung konsep kekinian.
Menurut Sukril, keberadaan gedung tersendiri bagi BKAD memiliki urgensi strategis.
Badan Keuangan ini salah satu dinas yang strategis, dan selama ini kita tidak punya gedung," ujarnya.
Dengan berpindahnya kantor BKAD dari kawasan Puncak Botu ke pusat kota, ia menilai pelayanan kepada masyarakat akan semakin maksimal.
Akses publik menjadi lebih mudah, termasuk dalam mendukung proses pemeriksaan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Untuk tahap awal pasca peresmian, pengembangan gedung masih difokuskan pada pembangunan pagar pengamanan.
Belum ada rencana pengembangan fisik lainnya dalam waktu dekat.
Saat ini, gedung baru tersebut telah ditempati oleh puluhan pegawai.
Sukril merinci bahwa sebelum pemisahan kelembagaan, jumlah pegawai Badan Keuangan dan Bapenda mencapai sekitar 200 orang. Namun setelah pemisahan, komposisi pegawai berubah.
"Pasca pemisahan dengan Bapenda, pegawai paling banyak di Bapenda, yang tinggal di sini mungkin kurang lebih sekitar 50-an pegawai," jelasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan gedung tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dasar seperti bangku kerja dan sarana pendukung lainnya.
Sejumlah pekerja masih terlihat menyelesaikan pekerjaan minor di beberapa bagian gedung.
Selain itu, tampak tumpukan barang di bagian belakang gedung yang baru dipindahkan dari kantor lama dan masih dalam proses penataan ulang. (*)