Klaim Trump Terpatahkan, Riset Global Nyatakan Paracetamol Aman untuk Ibu Hamil
January 19, 2026 05:40 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan pada Jumat menyatakan tidak ditemukan hubungan antara penggunaan paracetamol selama kehamilan dengan risiko autisme pada anak.

Temuan ini sekaligus membantah klaim sebelumnya yang sempat dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait obat pereda nyeri tersebut.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal medis bergengsi The Lancet Obstetrics, Gynaecology and Women’s Health menegaskan bahwa bukti ilmiah terkini tidak menunjukkan peningkatan risiko klinis yang signifikan terhadap gangguan spektrum autisme, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), maupun disabilitas intelektual pada anak yang ibunya mengonsumsi paracetamol sesuai anjuran selama masa kehamilan.

Baca juga: Tak Cuma Berantas PETI, Kapolda Gorontalo juga Dorong Penambang Urus IPR Agar Legal

“Bukti yang ada saat ini tidak mengindikasikan adanya peningkatan risiko yang bermakna secara klinis. Temuan ini mendukung rekomendasi yang selama ini menyatakan bahwa paracetamol aman digunakan selama kehamilan,” demikian pernyataan resmi dalam publikasi tersebut.

Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan tinjauan sistematis terhadap sejumlah studi sebelumnya dengan menelusuri berbagai basis data medis utama.

Fokus utama penelitian adalah menilai apakah terdapat kaitan antara konsumsi paracetamol saat hamil dengan perkembangan gangguan neurodevelopmental pada anak, termasuk autisme, ADHD, dan disabilitas intelektual.

Para peneliti secara khusus membandingkan kehamilan yang terpapar paracetamol dengan kehamilan yang tidak, menggunakan data rekam medis serta kuesioner tervalidasi untuk mengevaluasi hasil perkembangan anak.

Secara keseluruhan, sekitar 43 studi dimasukkan dalam tinjauan sistematis tersebut, sementara 17 studi lainnya dianalisis lebih lanjut dalam meta-analisis untuk memperkuat temuan statistik.

Penulis utama studi, Asma Khalil, dalam keterangannya kepada BBC, menegaskan bahwa hasil analisis tidak menemukan hubungan sebab-akibat antara paracetamol dan autisme.

“Ketika kami melakukan analisis ini, kami tidak menemukan adanya keterkaitan. Tidak ada asosiasi, dan tidak ada bukti bahwa paracetamol meningkatkan risiko autisme,” ujar Khalil.

Ia menambahkan, pesan utama dari penelitian ini cukup tegas.

Baca juga: 3 Kadis Pemprov Gorontalo jadi Calon Komisari BUMD, Berikut Nama-namanya

“Paracetamol tetap menjadi pilihan yang aman selama kehamilan, selama dikonsumsi sesuai dengan petunjuk penggunaan,” katanya.

Sebelumnya, pada September lalu, Presiden AS Donald Trump sempat mengklaim bahwa penggunaan Tylenol, merek dagang paracetamol di Amerika Serikat, selama kehamilan berpotensi meningkatkan risiko autisme secara signifikan.

Klaim tersebut langsung menuai penolakan dari berbagai otoritas kesehatan masyarakat dan kalangan medis.

Trump diketahui kerap mengadopsi klaim kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah, termasuk sejak masa pandemi COVID-19 pada periode pertamanya menjabat sebagai presiden.

Sementara itu, otoritas medis di berbagai negara tetap merekomendasikan acetaminophen atau paracetamol sebagai obat utama untuk meredakan demam dan nyeri selama kehamilan.

Obat ini dipasarkan dengan nama Tylenol di Amerika Serikat dan paracetamol di banyak negara lainnya, termasuk Indonesia.

Temuan terbaru ini memperkuat konsensus global bahwa paracetamol, jika digunakan sesuai aturan, tetap aman bagi ibu hamil dan janin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.