TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Kota Jambi menunjukkan kepedulian terhadap musibah tenggelamnya Paris (10), bocah yang meninggal dunia di Sungai Buntung, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Senin (19/1/2026).
Paris ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di bawah jembatan Sungai Buntung pada Jumat (17/1/2026), sebuah insiden tragis yang menambah daftar panjang peristiwa memilukan di wilayah tersebut.
Kejadian ini bermula ketika korban dilaporkan hilang di aliran sungai hingga akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat dalam kondisi tidak bernyawa, yang kemudian langsung dievakuasi untuk proses lebih lanjut sesuai prosedur pihak berwenang.
Wali Kota Jambi Maulana bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Jambi melalui Baznas menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp2,5 juta serta bantuan bahan pokok kepada keluarga almarhum.
Maulana menyampaikan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya sebatas bantuan sosial, tetapi juga melihat kondisi tempat tinggal korban yang masih sangat sederhana.
Menurutnya, rumah tersebut layak mendapatkan bantuan bedah rumah, namun realisasinya masih terkendala status kepemilikan lahan yang belum memungkinkan untuk dilakukan pembangunan.
“Secara kondisi rumah memang layak dibantu, tetapi saat ini terkendala status lahan. Ini akan kami carikan solusi ke depannya,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Maulana juga menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama di tengah cuaca ekstrem dan curah hujan yang masih tinggi.
Ia mengimbau agar anak-anak tidak dibiarkan bermain di sungai, selokan, maupun genangan air karena berisiko terseret arus dan tenggelam.
“Pengawasan orang tua sangat penting, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” katanya.
Untuk memperluas edukasi keselamatan, Maulana juga meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi agar menyampaikan imbauan melalui sekolah dan guru kepada para siswa terkait bahaya bermain di aliran air.
Ia menilai edukasi sejak dini diperlukan agar anak-anak memahami risiko dan lebih berhati-hati.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Harga Cabai di Jambi Naik Turun, Disperindag Siap Stabilkan Pasar