Momen Tahun Dal 1959, Keraton Yogyakarta Gelar Labuhan di Empat Lokasi
January 19, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  -  Hajat Dalem Tinggalan Jumenengan Dalem Nara Tahun Dal 1959/2026 Masehi kembali digelar di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Gelaran itu menjadi bagian ucap syukur yang disampaikan oleh Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) atau Ngarsa Dalem.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com pada Senin (19/1/2026) atau 30 Rejeb 1959 sekitar pukul 09.00 WIB, prosesi tersebut dimulai dengan pelaksanaan Pasrah Tinampi Ubarampe Labuhan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di pendopo kantor Kapanewon Kretek.

Terima ubarampe dari kraton

Wakil Pengirit Abdi Dalem Juru Kunci Pemancingan Parangkusumo, Masbeko Suratso Trireja, mengatakan, pihaknya menyambut dan menerima ubarampe dari Keraton Ngayogyakarta untuk dilanjutkan prosesi labuhan di Pantai Parangkusumo.

"Momen tahun ini memang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, karena ini merupakan tahun dal, labuhan ageng bukan labuhan alit. Jadi, ada beberapa sarana labuhan yang berbeda dari tahun sebelumnya," katanya, kepada awak media di pendopo kantor Kapanewon Kretek.

Dikatakannya, ada beberapa ubarampe yang diberikan dari Keraton Ngayogyakarta mulai dari nyamping cinde abit satu lembar, nyamping limar satu lembar, nyamping cangkring satu lembar, semekan sono satu lembar, semekan gadung epen satu lembar, dan lain sebagainya.

"Tapi, sebenarnya tadi malam kami juga sudah menyelenggarakan malam tirakatan atau magayubagya hajat dalem labuhan ini dengan beberapa kegiatan agenda berupa doa bersama seperti biasa sampai kegiatan kesenian untuk mendukung hajat dalem labuan pada tahun ini," ujar dia.

Wujud syukur Ngarsa Dalem

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa momen hajat dalem ini memiliki makna yang cukup mendalam yakni sebagai wujud syukur yang disampaikan  oleh Ngarsa Dalem. Apalagi, selama ini telah diberikan kelancaran dan hidayah untuk DIY dan Indonesia.

"Kemudian kegiatan ini juga untuk mendoakan agar pada tahun-tahun yang akan mendatang bisa selalu mendapatkan keberkahan dengan kegiatan hajat labuhan ini. Di samping itu juga, kegiatan ini untuk memayu hayuning bawana dan dapat menjadi keseimbangan alam dengan manusia itu sendiri," jelas dia.

Sementara itu, Panewu Kretek, Cahyo Widodo, mengaku senang bisa menjadi bagian dalam pasrah tinampi ubarampe Labuhan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah prosesi itu, akan dilanjutkan rangkaian prosesi lainnya di Cepuri Parangkusumo hingga akhirnya sejumlah uborampe dilarung di Pantai Parangkusumo.

"Ini momen tahunan. Dan spesial pelaksanaan saat kali ini, bertepatan dengan tahun Dal. Kemudian, pelaksanaan labuhan tidak hanya di tiga tempat, tetapi di empat tempat yakni Parangkusumo,  Merapi, Lawu, dan Wonogiri. Tapi, kita tetap melaksanakan ini seperti biasanya," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, turut terlihat hadir dan menerima uborampe dari Keraton Ngayogyakarta untuk diteruskan kepada juru kunci di Parangkusumo. Menurutnya, labuhan dalem ini sebagai wujud syukur dan doa agar senantiasa diberikan umur panjang, keberkahan, dan lain sebagainya.

"Labuhan dalem ini sebagai wujud syukur dan doa. Semoga, kita senantiasa diberikan umur panjang, raharjaning kawula dalem, memohon doa pangestu dengan lantaran labuhan ini," pinta Halim.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.