Pemkab Bener Meriah Kebut Pembangunan 914 Unit Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana
January 19, 2026 08:51 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah resmi memulai pembangunan 914 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor. 

Langkah ini diambil untuk merelokasi 3.116 jiwa yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian maupun rumah kerabat.

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan bahwa percepatan pembangunan ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

​"Saat ini proses pembangunan sedang berjalan. Kami menargetkan seluruh unit Huntara selesai sebelum memasuki bulan Ramadhan," ujar Ilham dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

​Meski pembangunan telah dimulai, Ilham mengakui penentuan titik lokasi di beberapa wilayah belum mencapai kesepakatan final. 

Hal ini disebabkan adanya permintaan warga agar lokasi Huntara tetap dekat dengan area tempat tinggal lama dan lahan perkebunan mereka.

​"Beberapa lokasi masih diupayakan untuk digeser sesuai aspirasi masyarakat agar mobilitas mereka ke kebun tidak terganggu," tambahnya.

​Hingga saat ini, progres signifikan terlihat di beberapa titik yang telah dinyatakan final, antara lain:

  • Kecamatan Timang Gajah: Di Kampung Tunyang, kerangka bangunan huntara dilaporkan sudah mulai berdiri.
  • Wilayah lain: Proses konstruksi juga sedang berlangsung di Mesidah, Syiah Utama, dan Ketipis.

Sementara terkait skema bantuan, Pemkab Bener Meriah menegaskan tidak menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) dalam bentuk uang tunai kepada para penyintas. 

Kebijakan ini diambil karena pemerintah daerah memilih fokus sepenuhnya pada penyediaan fisik bangunan Huntara bagi seluruh korban yang kehilangan tempat tinggal.

​"Kita berharap dengan rampungnya Huntara ini, beban psikologis dan ekonomi warga terdampak dapat segera berkurang sebelum memasuki bulan suci," bebernya.

Pemkab Mulai Proses Pengeboran Sumur Air Bersih

Selain itu, Pemkab Bener Meriah melalui PT Waskita Karya juga memulai proses pengeboran sumur air bersih di dua lokasi Hunian Sementara, yakni Kampung Tunyang dan Kampung Blang Rakal pada Senin (12/1/2026).

Langkah ini merupakan tahap awal dari pembangunan total 20 titik Huntara yang direncanakan untuk warga terdampak bencana longsor dan banjir bandang di wilayah tersebut.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bener Meriah, ​Samusi Purnawira Dade SIP MSi menyatakan bahwa saat ini dua lokasi telah memasuki tahap konstruksi fasilitas air bersih.

Sementara 18 lokasi lainnya sedang dalam proses koordinasi agar segera dikerjakan oleh Balai Cipta Karya melalui PT Waskita Karya. 

Upaya percepatan ini dilakukan guna memastikan seluruh titik hunian memiliki fasilitas penunjang yang layak sebelum ditempati oleh masyarakat.

​Pengeboran sumber air menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena merupakan kebutuhan dasar yang krusial bagi kesehatan dan kenyamanan warga di pengungsian.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini agar berjalan sesuai jadwal sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana secara menyeluruh. (*)

Baca juga: Kabupaten Bener Meriah Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 3,0

Baca juga: Harga Emas di Bener Meriah Melonjak Drastis Awal Pekan, Tembus Rp 2,5 Juta per Gram

Baca juga: YARA Desak Kejari Bener Meriah Segera Tetapkan Tersangka Korupsi SPBU BUMDesma Rp 6,9 Miliar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.