TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Sebanyak 1.500 dus pasokan minyak goreng merek MinyaKita akan segera tiba pekan ini di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.Saat ini stok MinyaKita menipis di sejumlah gudang agen utama di wilayah perkotaan.
Berdasarkan pemeriksaa lapangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Malinau beberapa toko ritel besar mulai melaporkan keterbatasan stok MinyaKita.
Untuk itu langkah percepatan pengiriman dari luar daerah Kabupaten Malinau menjadi prioritas Pemkab Malinau guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan MinyaKita di pasaran.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria menyatakan koordinasi dengan instansi terkait dan pihak agen telah dilakukan untuk memastikan jadwal kedatangan pasokan tambahan MinyaKita tersebut.
Baca juga: Warga Tana Tidung Akui Harga MinyaKita Mahal Rp22 Ribu, Harusnya Sesuai HET Hanya Rp15.700
"Beberapa toko stok minyak goreng MinyaKita memang sudah menipis tapi katanya sekarang sedang dalam perjalanan lebih kurang ada 1.500 dus minyak goreng ," ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Diprediksi ribuan dus MinyaKitamampu mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga di Kabupaten Malinau hingga memasuki puncak lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus melakukan pengawasan distribusi agar pasokan yang masuk langsung tersalurkan ke pedagang eceran tanpa hambatan.
Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan masyarakat akan meningkat tajam dalam sepuluh hari terakhir menjelang lebaran, sehingga ketersediaan stok menjadi kunci utama.
"Menurut prediksi dari teman-teman di Perindag ini masih bisa terpenuhi dalam menjalankan hari raya, stok barang aman," katanya.
Sementara itu, pemasok dan pengecer sembako menyampaikan beberapa stok lama untuk MinyaKita masih tersedia cukup.
Penyalur di Malinau Utara, Rahmat mengatakan hingga saat ini distribusi dari luar memang saat ini terbatas.
"Khusus, MinyaKita memang kita belum punya agen resmi di sini. Memang beberapa daerah juga lagi menipis stoknya," katanya.
(*)
Penulis : Mohammad Supri