TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengenang proses terbentuknya Kabupaten OKU Timur mulai dari pemekaran hingga menjelma sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Kenangan ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD OKU Timur, Senin (19/1/2026) yang juga dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta ratusan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku hadir bukan sekadar sebagai gubernur, melainkan sebagai saksi hidup sejarah berdirinya OKU Timur.
Ia mengingatkan bahwa kabupaten ini resmi terbentuk pada 17 Januari 2004, dengan kondisi awal yang penuh keterbatasan.
“Saya ini saksi OKU Timur sejak masih ‘bayi’, bahkan sejak belum jadi kabupaten. Saat berdiri, OKU Timur termasuk daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sumatera Selatan,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Herman Deru Tegaskan Truk Batu Bara Dilarang Lewat di Jalan Raya: Kalau Masih, Artinya Ada Pembiaran
Herman Deru mengenang, pada awal pemekaran, angka kemiskinan OKU Timur berada di atas 18 persen.
Infrastruktur jalan rusak, keamanan belum kondusif, dan aliran listrik baru menjangkau sekitar 64 persen wilayah. Banyak desa masih berada dalam kondisi gelap gulita.
Menurutnya, tantangan tersebut menjadi ujian berat bagi pemerintah daerah kala itu.
Namun, melalui komitmen bersama dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan, kondisi perlahan berubah.
“Waktu itu kami berkomitmen menjadikan OKU Timur daerah yang aman dan layak bagi pergerakan ekonomi. Tanpa keamanan dan infrastruktur, pembangunan tidak mungkin berjalan,” katanya, merujuk masa kepemimpinannya bersama H Kholid Mawardi sebagai duet bupati dan wakil bupati pertama OKU Timur.
Perubahan signifikan mulai terlihat pada 2009, ketika tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga satu digit.
Seiring itu, berbagai capaian pembangunan dan prestasi mulai bermunculan, terutama di sektor pertanian.
Memasuki usia ke-22, Herman Deru mengaku terharu melihat lompatan kemajuan OKU Timur.
Salah satu capaian yang paling disorot adalah keberhasilan daerah ini meningkatkan produksi padi hingga melampaui satu juta ton gabah kering panen (GKP) per tahun.
Capaian tersebut menempatkan OKU Timur di peringkat ke-4 nasional sebagai kabupaten penghasil pangan, sekaligus menjadi salah satu penopang utama swasembada pangan nasional.
“Ini bukan prestasi biasa. OKU Timur hari ini punya peran strategis bagi ketahanan pangan nasional. Prestasi ini harus dijaga dan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Meski demikian, Herman Deru mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari soliditas dan kekompakan seluruh elemen daerah.
Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi antara Forkopimda, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
“Pesan saya satu, jaga kekompakan. Evaluasi apa yang masih kurang, perbaiki, dan rencanakan langkah ke depan dengan matang. Dengan kebersamaan, pembangunan akan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menilai kemajuan OKU Timur saat ini relatif merata, tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah pelosok.
Pertumbuhan ekonomi daerah bahkan disebut telah melampaui 5,4 persen, mencerminkan semakin kuatnya geliat ekonomi masyarakat.
“Saya harus jujur mengatakan, OKU Timur sekarang maju dan relatif merata. Ini buah dari konsistensi, kerja keras, dan kebersamaan,” kata Herman Deru.
Setelah rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD OKU Timur Hermanto SE MM, Gubernur Sumsel melanjutkan agenda dengan membuka Bazar UMKM Zona I di Taman Tani Merdeka Martapura.
Pada kesempatan itu, ia kembali menekankan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“UMKM harus terus naik kelas. Jika UMKM kuat, ekonomi daerah akan semakin kokoh dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM memaparkan capaian pembangunan daerah selama 22 tahun terakhir. Menurutnya, akselerasi pembangunan dilakukan secara konsisten melalui inovasi dan optimalisasi potensi lokal.
Di bidang sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) OKU Timur meningkat signifikan, dari 65,10 pada 2004 menjadi 74,42 pada 2025. Pada sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi 2024 mencapai 5,12 persen, seiring lonjakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku dari Rp3,46 triliun pada 2004 menjadi Rp21,24 triliun pada 2024.
“Pada aspek kesejahteraan, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 18,26 persen pada 2006 menjadi 8,86 persen pada 2025. Tingkat pengangguran terbuka juga turun dari 8,84 persen pada 2007 menjadi 3,10 persen pada Agustus 2025,” paparnya.
OKU Timur juga mencatatkan berbagai prestasi regional dan nasional. Terbaru, pada 7 Januari 2026, kabupaten ini menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Dengan produksi mencapai 1.063.046 ton gabah kering panen, OKU Timur menempati peringkat ke-4 nasional peningkatan produksi beras.
“Semua capaian ini bukan tujuan akhir, tetapi indikator keberhasilan yang harus terus ditingkatkan. Ini adalah hasil kerja bersama eksekutif, legislatif, Forkopimda, dan seluruh masyarakat OKU Timur,” pungkas Lanosin.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel