Ayah Ungkap Percakapan Terakhir Sebelum Tragedi ATR di Maros: Mas Dwi Sempat Trauma Naik Pesawat
January 19, 2026 07:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Bambang Muchwanto tengah dilanda duka mendalam. 

Ayah dari Dwi Murdiono, engineer yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, itu tengah menanti kepastian kabar dari sang anak. 

Di tengah proses identifikasi korban di Pos Ante Mortem Biddokkes Polda Sulses, Minggu (18/1/2026), Bambang mengungkapkan percakapan terakhirnya dengan Dwi. 

Percakapan itu masih terngiang jelas di benaknya. 

Dwi bercerita kala itu soal rasa trauma setiap kali harus berpergian menggunakan pesawat. 

"Sebenarnya Mas Dwi pernah cerita trauma di naik pesawat. Tapi saya bilang, mau gimana karena ekonomi tidak baik-baik saja, jalani saja. Mungkin itu rezekimu, Mas Dwi," ungkap Bambang saat ditemui di Pos Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel, Minggu (18/1/2026) malam seperti dikutip dari TribunTimur. 

Bambang datang ke Makassar dari Kota Malang, Jawa Timur bersama anak ketiganya, Tarmizi.

Mereka langsung menuju Pos Ante Mortem untuk menjalani prosedir pengambilan sampel DNA sebagai bagian dari proses identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DIV) Polda Sulsel.

Wajah pria paruh baya itu terlihat muram. 

Kedua matanya sembap. Ia nyaris tak berhenti menangis sejak menerima kabar jatuhnya pesawat pada Sabtu (17/1/2026) siang dari seorang rekan anaknya. 

Meski prosedur pencocokan DNA telah dilakukan, Bambang menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan Makassar sebelum ada kepastian tentang kabar sang anak. 

"Sebagai orang tua, saya cuma ingin anak saya ditemukan. Apa pun keadaannya. Kita belum tahu apa-apa. Tapi maunya sampai anak saya ketemu. Percuma datang jauh-jauh kalau cuma ambil sampel DNA," ujar Bambang lirih di hadapan dokter Disaster Victim Identification (DVI) seperti dikutip dari Kompas.com. 

Dwi Murdiono diketahui putra sulung dari empat bersaudara.

Ia mengikuti jejak ayahnya berkarier di dunia aviasi. 

Sebagai engineer, Dwi bertugas memastikan kondisi teknis pesawata dalam penerbangan.

Di tengah kesedihan itu, Bambang terus memanjatkan doa agar ada keajaiban bagi anak sulungnya. 

"Saya berangkat dari rumah siang tadi, sampai di Makassar malam. Saya nunggu di sini dulu, sampai anak saya ditemukan.

Semoga anak saya selamat," tuturnya dengan suara terbata-bata.

Masuk hari ketiga

Memasuki hari ketiga, Senin (19/1/2026), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan pegunungan yang memiliki ketinggian 1.353 mdpl tersebut.

Hingga Minggu petang, tim dilaporkan telah menemukan satu jenazah korban di lereng dengan ketinggian 1.210 mdpl.

Namun, proses evakuasi terkendala medan yang sangat curam dan tutupan kabut tebal.

Komandan Resimen Militer (Korem) 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, menjelaskan bahwa operasi hari ini difokuskan pada dua misi utama.

"Misi pertama adalah misi kemanusiaan untuk mencari dan mengevakuasi 10 korban. Operasi kedua adalah misi investigasi scientific untuk mencari kotak hitam (black box)," jelas Andre di Posko Bulusaraung.

Sebelumnya, SRU 3 sempat menemukan perangkat yang diduga bagian dari kotak hitam pada pukul 15.00 WITA, namun setelah diidentifikasi ternyata merupakan ELT (Emergency Location Transmitter) atau kotak transmisi lokasi pesawat.

Berdasarkan data passenger manifest, terdapat 10 orang di dalam pesawat yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang:

Kru Pesawat:

  1. Andy Dahananto (Pilot)
  2. Farhan Gunawan (Kopilot)
  3. Hariadi (Flight Operation Officer)
  4. Restu Adi P (Engineer)
  5. Dwi Murdiono (Engineer)
  6. Florencia Lolita (Awak Kabin)
  7. Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Penumpang:

  1. Deden
  2. Ferry
  3. Yoga

Berita terkait

  • Baca juga: Ambil Sampel DNA, Tim DVI Polri Datangi Rumah Deden Korban Pesawat Jatuh di Maros
  • Baca juga: Kalut Keluarga Yoga Korban Pesawat ATR Menanti Kabar, Berharap Bisa Pulang Selamat
  • Baca juga: Yoga Pegawai KKP Korban Pesawat ATR Dikenal Sosok Ayah yang Baik, Tetangga Kasih Bukti
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.