Keluhan Gatal-Gatal Dominasi, Dinkes Pekalongan Intensifkan Layanan Kesehatan Banjir
January 19, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Keluhan gangguan kulit, berupa gatal-gatal masih mendominasi masalah kesehatan warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mengintensifkan layanan kesehatan dengan mengerahkan tenaga medis ke puskesmas dan posko-posko pengungsian.

Baca juga: Banjir Sragi Pekalongan Terdampak pada 854 Jiwa, DPRD Salurkan Bantuan Pangan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto, mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak banjir tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Seluruh jajaran puskesmas dikerahkan untuk turun langsung ke lapangan guna melayani masyarakat.

"Seluruh puskesmas kami gerakkan untuk memberikan pelayanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan maupun langsung di posko pengungsian, sehingga warga dapat lebih mudah mengakses layanan medis," ujar Edi saat meninjau lokasi banjir di Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan telah menyiapkan berbagai kebutuhan obat-obatan bagi para pengungsi, termasuk salep dan obat kulit untuk mengatasi keluhan gatal-gatal yang banyak dialami warga akibat kontak langsung dengan air banjir. 

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin setiap hari di seluruh titik layanan.

Guna memperluas jangkauan pelayanan, pos kesehatan dibuka di sejumlah lokasi terdampak banjir, di antaranya Puskesmas Induk Pacar, Puskesmas Pembantu Wuled, Sidorejo, dan Dadirejo.

"Layanan kesehatan juga tersedia di posko pengungsian Masjid Jami Pacar, TPQ Nurul Hasan Pacar, Masjid Jami Tanjung, Gedung Serbaguna Samborejo, serta wilayah Siwalan, Sragi, Wonokerto, dan Wiradesa," ucapnya.

Baca juga: Banjir Pekalongan, Bupati Fadia Pastikan Kesiapan Dapur Umum dan Layanan Kesehatan

Menurut Edi, setiap pos layanan kesehatan didukung oleh tiga hingga lima tenaga medis. 

Apabila dibutuhkan, dukungan tambahan dari puskesmas terdekat akan segera dikerahkan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal.

"Sampai saat ini keluhan yang paling banyak kami temui masih gatal-gatal. Namun kami terus melakukan pemantauan secara intensif agar tidak muncul penyakit lain pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan atau penyakit berbasis lingkungan," jelasnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.