SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim menjawab rasa penasaran kalangan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bangkalan yang berdemo terkait semrawutnya pengelolaan sampah, Senin (19/1/2026).
Di sela aksi demo HMI yang sempat ribut dengan polisi itu, Bupati Lukman menegaskan bahwa lahan untuk TPA sudah siap pada tahun 2025. Tetapi sebelum direalisasikan, lokasi TPA itu ditolak warga.
Sebelumnya, mahasiswa membentangkan sejumlah poster bernada kritikan, di antaranya bertuliskan, ‘Bangkalan Kota Sampah dan Parkir, Bangkalan Gelap’, ‘HMI Bangkalan Independen’ hingga Reset Bangkalan No Oligarki SDA’.
Dan sempat diwarnai gesekan dengan polisi, mahasiswa bisa bertemu bupati 15 menit berselang. Bupati Lukman didampingi Sekdakab Bangkalan, Ismet Effendi keluar dan berdialog dengan mahasiswa di jalur sisi Timur jalur protokol.
Lukman menyampaikan permohonan maaf karena tidak ada upaya membenturkan massa mahasiswa dengan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di pelataran lobi kantor pemkab.
“Pertama saya mohon maaf, tidak ada upaya saya membenturkan (dengan aparat), wong semua ini bagian daripada kami, masak mau dibenturkan? tidak benar,” ungkap Lukman.
Disinggung buruknya pengelolaan sampah yang menjadi salah satu kritikan mahasiswa, Lukman menyatakan tidak tersedia infrastruktur memadai untuk TPA dan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) selain adanya penolakan dari warga.
Tetapi tahun ini, lanjutnya, Pemkab Bangkalan sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkaitan alih fungsi terminal tipe A di kawasan akses Suramadu sisi Madura sebagai tempat pengelolaan sampah.
“(TPST) di daerah Utara juga sudah kami siapkan. Tahun 2026 pengadaan lahan sudah selesai, tinggal memaksimalkan dari hulu sampai hilir termasuk masalah pengangkutan, manajemen pengambilan dan sebagainya harus dievaluasi,” tegasnya.
Bangunan mangkrak berupa terminal tipe A itu merupakan aset Kemenhub di kawasan akses Suramadu sisi Madura, Desa Masaran, Kecamatan Tragah.
Terminal itu diproyeksikan Pemkab Bangkalan untuk dimanfaatkan sebagai TPST. Sebagai upaya mereduksi permasalahan sampah yang masih membelit Kabupaten Bangkalan.
Perbaikan manajemen pengelolaan sampah dari sektor hulu dan hilir saat ini tengah digelorakan Bupati Lukman melalui program ‘Bangkalan Berseh Onggu’ (sangat bersih) yang digelar di Alun-alun Kota Bangkalan pada 11 Juli 2025 silam.
Program sistematis dan terpadu itu diharapkan dapat mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, serta mengentas permasalahan klasik soal buruknya pengelolaan sampah yang dalam lima tahun terakhir masih mengendap di dasar kubangan pekerjaan rumah Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan (DLH).
“Ternyata kendalanya, masyarakat membuang ke TPS pada pukul 07.00 WIB. Sementara kami mengambil sebelum pukul 07.00 WIB. Ini yang kami perlu benahi, waktunya kami sesuaikan sehingga ketika container berangkat sudah tidak ada masyarakat membuang sampah lagi dan berserakan,” pungkas Lukman.
Sebelumnya aksi di kantor Pemkab Bangkalan berujung ricuh hingga memaksa kendaraan water cannon milik Polres Bangkalan mengarahkan semprotan air ke arah massa HMI. Massa kesal karena bupati tidak kunjung keluar menemui mereka.
Massa awalnya menggelar aksi dengan membakar ban bekas mobil di depan pintu gerbang sebelum akhirnya merangsek masuk ke teras kantor Pemkab Bangkalan.
Masih juga belum ditemui bupati, massa berupaya menerobos barikade aparat kepolisian hingga terjadi aksi saling dorong dan berujung ricuh.
Korlap aksi, Isra’ Mi’raj mengungkapkan, pihaknya datang dengan iktikad baik dan memberikan waktu agar Bupati Bangkalan keluar dari kantor pemkab namun tidak kunjung datang untuk menemui.
“Sehingga kami masuk, di dalam pun juga (bupati) tidak ada hingga terjadi gesekan. Bermula saat kami ingin masuk tetapi dihalangi aparat penegak hukum dan langsung menyemprotkan air,” ungkap korlap aksi, Isra.
“Kami membawa sembilan tuntutan untuk bupati, salah satunya menagih janji visi-misi, menagih janji bupati tentang terbukanya lapangan pekerjaan,” tegas Isra’. *****