TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, berdampak pada 854 jiwa warga Dukuh Kentung, Desa Tegalontar.
Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan menyalurkan, bantuan pangan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak melalui dapur umum setempat.
Banjir terjadi, akibat tingginya intensitas curah hujan yang disertai luapan sungai serta kiriman air dari daerah lain.
Baca juga: Banjir Pekalongan, Bupati Fadia Pastikan Kesiapan Dapur Umum dan Layanan Kesehatan
Akibatnya, genangan air dengan ketinggian sekitar 40-50 sentimeter merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, menyalurkan bantuan berupa beras, mi instan, telur, dan air mineral.
"Bantuan tersebut diperuntukkan, bagi dapur umum yang berada di sebelah timur Kantor Kelurahan Sragi, yang saat ini menjadi pusat pelayanan konsumsi bagi warga terdampak banjir," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ruben kepada Tribunjateng.com, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, perbaikan drainase menjadi langkah penting agar wilayah tersebut lebih siap menghadapi potensi banjir di masa mendatang.
"Pasti akan kita koordinasikan penataan drainase supaya lebih siap menghadapi banjir dan tidak terulang kembali," ucapnya.
Kemudian, mengenai dampak banjir terhadap sektor pendidikan, Ruben mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kendala pembelajaran.
Namun, ia mengantisipasi kemungkinan gangguan kegiatan belajar mengajar.
Ruben Prabu Faza menyampaikan, bahwa bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, sekaligus mendukung kelancaran operasional dapur umum.
"Dengan adanya dapur umum, kebutuhan konsumsi warga bisa tetap terpenuhi. Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir," ujarnya.
Hingga kini, kondisi banjir di wilayah Sragi masih dalam pemantauan.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi curah hujan tinggi dan luapan air susulan, sembari menunggu kondisi kembali normal.
Baca juga: Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis
Sementara itu, Camat Sragi mengatakan Slamet Riyanto, untuk pengungsi sudah pada pulang ke rumahnya masing-masing.
Akan tetapi, untuk dapur umum masih ada.
"Pengungsi sudah tidak ada, tapi untuk dapur umum masih ada karena masih ada warga yang terdampak banjir," katanya. (Dro)