TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meninjau langsung dapur umum di Gudang Sukun, Kecamatan Tirto, Senin (19/1/2026). Hal ini guna memastikan kesiapan logistik serta layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Fadia mengecek proses pengolahan makanan, ketersediaan bahan pangan, serta distribusi makanan bagi para pengungsi.
Dia juga berdialog dengan petugas dapur umum dan relawan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dapat terpenuhi secara baik.
Baca juga: Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis
• Banjir Rendam 5 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, 1.411 jiwa Mengungsi
Bupati Fadia menyampaikan, banjir berdampak cukup serius di beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan hasil pantauan, Kecamatan Tirto menjadi wilayah dengan kondisi terparah.
"Kami melihat memang ada beberapa daerah di Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir. Dari hasil pantauan, Kecamatan Tirto yang paling parah."
"Selain itu ada Siwalan, Sragi, dan Wonokerto. Hal ini karena kepadatan penduduk serta ada wilayah yang dekat dengan laut," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (19/1/2026).
Bupati menegaskan, Pemkab Pekalongan terus berupaya memberikan bantuan dan subsidi secara maksimal bagi warga terdampak banjir.
Bantuan tersebut meliputi dukungan operasional dapur umum, makanan siap saji, kebutuhan bayi dan anak-anak, susu, selimut, sembako, hingga layanan kesehatan.
"Setiap hari kami berupaya mensubsidi semaksimal mungkin. Memang tidak bisa sempurna, tetapi dapur umum kami subsidi."
"Kebutuhan anak-anak seperti popok, susu, selimut, hingga sembako juga kami siapkan."
"Bahkan layanan kesehatan tersedia di setiap lokasi dapur umum," jelasnya. (*)