Sosok I Putu Gede Dulu 'Jenderal Lapangan', Kini Mengabdi untuk Warga di RT 003 Balang Baru
January 19, 2026 08:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - NAMA I Putu Gede Darminta dikenal warganya bukan hanya sebagai Ketua RT 003 RW 007 di Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tetapi juga sebagai sosok yang akrab, aktif, dan penuh cerita perjalanan hidup.

Darminta bukan figur biasa.

Ia adalah saksi hidup pergolakan Reformasi 1998.

Dua dekade silam, ia berdiri sebagai 'Jenderal Lapangan' saat aksi mahasiswa yang hampir setiap hari turun ke jalan. 

“Saya ingat waktu itu, tiap hari kita unjuk rasa di depan kampus sampai Pak Harto mundur,” kenangnya Selasa (13/1).

Saat itu, Darminta menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Satria Makassar.

Aksi demi aksi membuatnya nyaris sebulan tak pulang ke rumah.

Namun, semangatnya tidak pernah surut.

“Waktu itu unjuk rasa bagus karena kami didukung sama masyarakat,” ujarnya.

Ia masih ingat betul momen bersejarah ketika Presiden Soeharto akhirnya menyatakan pengunduran diri.

Darminta menyaksikannya dari dalam lingkungan kampus, terpaku di depan layar televisi.

“Di dalam kampus saat itu, saya lihat di TV Pak Harto bacakan pengunduran diri,” katanya.

Lahir di Malang, Jawa Timur, pada 7 Januari 1973, Darminta tumbuh dalam keluarga aparatur sipil negara.

Ayahnya merupakan pejabat di Kementerian Transmigrasi yang sempat bertugas di Sulawesi Selatan.

“Bapak saya dulu Kepala Kantor Transmigrasi Palopo,” ungkapnya.

Mengikuti tugas sang ayah, Darminta kecil sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar di Palopo pada 1978 selama dua tahun.

Setelah itu, ia pindah ke Bali.

Pada 1984, ia kembali ke Kota Makassar dan menetap hingga sekarang.

Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Satria Makassar.

Ia meraih gelar sarjana strata satu (S1) bidang Ilmu Komputer pada tahun 2000.

Selain aktif di BEM, Darminta juga pernah dipercaya memimpin Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga hoki.

Selepas kuliah, kehidupan membawanya ke dunia kerja profesional. Selama 25 tahun, ia bekerja sebagai karyawan swasta di sektor pembiayaan.

“25 tahun saya kerja di pembiayaan. Berhenti waktu pandemi,” tuturnya.

Pandemi menjadi titik balik.

Darminta memilih beralih menjadi wirausaha.

Ia membuka warung kopi, lalu mengembangkan usaha barang campuran di rumahnya.

Pengalaman panjang berorganisasi dan aktivisme menjadi modal sosial saat warga mendorongnya maju sebagai Ketua RT.

“Alhamdulillah, masyarakat langsung yang meminta,” katanya.

Sebagai Ketua RT 003 RW 007, Darminta menaungi 59 kepala keluarga dengan total 168 jiwa.

Program awal yang digagasnya sederhana, namun menyentuh langsung wajah lingkungan.

“Program seratus hari kerja saya itu penempatan pot tanaman di depan rumah warga,” ucapnya.

Ke depan, ia merencanakan peningkatan keamanan lingkungan dengan mengaktifkan kembali pos ronda dan petugas keamanan.

Di luar aktivitas kemasyarakatan, Darminta adalah pecinta alam.

Mendaki gunung sudah menjadi hobinya sejak masa mahasiswa dan terus ia jalani hingga kini.

“Terakhir saya mendaki Gunung Bawakaraeng tahun lalu,” ujarnya.

Kini, Darminta menjalani peran ganda sebagai wirausaha, kepala keluarga, dan pengabdi masyarakat. Ia beragama Islam, dikaruniai tiga orang anak, dan menetap di Jalan Blok 1 G, Kelurahan Balang Baru.(mur)

I Gede Putu Darminta
‎Pendidikan: S1 Ilmu Komputer Universitas Satria Makassar
Agama: Islam
‎Pekerjaan Wirausaha
Alamat: Jalan Blok 1 G, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar
‎Hobi: Mendaki Gunung
‎Jumlah penduduk: 59 Kepala Keluarga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.