Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan curah hujan yang terjadi pada Sabtu (17/1) dan Minggu (18/1) merupakan yang tertinggi selama ia menjabat sebagai pemimpin ibu kota.
“Di Jakarta Utara ada delapan titik, untuk menghitung curah hujan itu rata-rata 260 mm. Ada bahkan yang sampai dengan 280 mm dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Senin.
Kendati demikian, dia tak mengeluh terhadap hal itu karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap bertanggung jawab untuk mengatasi banjir di ibu kota.
Dia pun bersyukur pada Senin pagi sudah tidak ada lagi wilayah yang masih terdampak banjir. “Tapi Alhamdulillah, saya nggak mau ngomong daerah lain ya, Alhamdulillah Jakarta sejak tadi pagi semuanya sudah tertanggung,” jelas Pramono.
Sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari 15 hingga 20 Januari 2026.
Pramono menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperingatkan soal cuaca ekstrem di Jakarta.
Bahkan, dia sudah menyiapkan anggaran modifikasi cuaca hingga 30 hari ke depan karena hal itu lebih baik dibandingkan dengan dampak banjir yang akan terjadi apabila tak dilakukan modifikasi cuaca.







