Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama satu bulan.

“Kalau untuk anggaran OMC, kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan, terus terang ada pergeseran BTT. Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat izin untuk melakukan OMC. Karena dia nggak mau, karena jumlahnya menjadi besar, termasuk tiga kali (OMC) yang kemarin, langsung kita pindahkan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat, Senin.

Sebab persoalan hujan dan penanganan banjir merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, ia sudah menyiapkan anggaran hingga satu bulan ke depan untuk modifikasi cuaca.

“Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri,” kata Pramono.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk sepanjang tahun 2026 dalam rangka mengantisipasi hujan di ibu kota.

“Kita sudah kalkulasikan kenapa sepanjang tahun itu Rp31 miliar. Awalnya itu kan cuma Rp7 miliar. Tapi dari rekomendasinya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), nampaknya 2026 ada kecenderungan-kecenderungan seperti apa. Jadi ditambah lagi,” kata Yohan.

Yohan menjelaskan, penambahan anggaran itu dilakukan karena adanya rencana pelaksanaan OMC pada saat musim kemarau mendatang.

Berbeda dengan OMC saat musim hujan, nantinya OMC saat musim kemarau dilakukan agar hujan turun di atas tanah bukan di atas laut.

“Kita juga ada niatan nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan),” kata Yohan.

Kendati demikian, Yohan mengatakan total anggaran tersebut tak akan dipaksakan untuk terserap seluruhnya. Apabila situasi dirasa cukup kondusif maka OMC tidak akan dilakukan.

Sementara itu, Yohan memaparkan jumlah anggaran yang disiapkan untuk OMC periode awal dan pertengahan tahun sebesar Rp7 miliar.

“Itu dipersiapkan sekitar Rp7 miliar untuk tahap yang awal tahun ini ya. Awal dan pertengahan tahun ini itu Rp7 miliar. Tapi itu juga belum tentu terserap semua,” kata Yohan.