TRIBUNJOGJA.COM - Di dunia anime, tidak semua protagonis tampil dengan citra pahlawan yang sempurna.
Beberapa karakter justru menonjol karena kekurangannya, moral abu-abu, atau cara mereka mengejar tujuan yang kontroversial.
Karakter ini disebut anti-hero, memikat penonton lewat kompleksitas, ambisi, dan sisi gelap yang membuat cerita terasa lebih intens dan emosional.
Anti-hero adalah karakter protagonis yang tidak memiliki kualitas tipikal seorang pahlawan.
Alih-alih sempurna atau selalu bertindak moral, anti-hero justru memiliki kekurangan yang membuat mereka terasa lebih manusiawi.
Anti-hero umumnya digambarkan sebagai karakter yang tidak memiliki nilai moral yang kuat seperti pahlawan pada umumnya.
Keputusan yang mereka ambil sering kali tidak didasari oleh prinsip kebaikan universal, melainkan oleh sudut pandang pribadi yang cenderung abu-abu dan penuh konflik.
Sifat egois juga menjadi ciri yang menonjol pada karakter anti-hero.
Mereka kerap bertindak berdasarkan kepentingan sendiri, ambisi pribadi, atau dorongan emosional tertentu, bukan demi kepentingan banyak orang.
Dalam banyak cerita, tujuan mereka bisa tampak benar di awal, tetapi metode yang digunakan justru kontroversial.
Berbeda dari pahlawan klasik, anti-hero sering kali tidak menunjukkan keberanian konvensional.
Mereka bisa ragu, takut, atau bahkan menghindari tanggung jawab, namun tetap melangkah maju karena dorongan situasi atau obsesi tertentu.
Meski demikian, banyak anti-hero memiliki karisma kuat yang membuat orang lain terpengaruh dan mengikuti mereka.
Di sisi lain, anti-hero kerap digambarkan sebagai sosok yang terasing.
Mereka merasa ditolak oleh masyarakat atau tidak menemukan tempat yang benar-benar menerima diri mereka.
Perasaan ini mendorong perilaku self-destructive, di mana karakter perlahan menghancurkan dirinya sendiri, baik secara mental maupun fisik, dan dalam beberapa kisah berujung pada akhir yang tragis.
Baca juga: 6 Rekomendasi Anime MC Overpower Tanpa Romance yang Wajib Ditonton!
Berikut ini adalah 5 karakter anti-hero yang ada di dunia anime:
Eren Yeager sering dianggap sebagai contoh sempurna dari karakter anti-hero dalam dunia anime.
Perjalanannya dimulai dengan niat yang tampak mulia, yakni membela umat manusia dari ancaman para Titan.
Namun, seiring berkembangnya cerita, Eren mengalami perubahan drastis yang mengaburkan batas antara pahlawan dan penjahat.
Keputusan-keputusan yang ia ambil semakin dipenuhi kekerasan ekstrem dan pengorbanan besar, bukan lagi demi kemanusiaan secara luas, melainkan untuk memenuhi tujuan dan keyakinan pribadinya.
Kompleksitas karakter Eren inilah yang membuatnya begitu menarik, sekaligus kontroversial, hingga memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar tentang apakah ia masih bisa disebut sebagai pahlawan, atau justru telah sepenuhnya menjadi antagonis.
Sinbad dikenal sebagai sosok raja yang karismatik dan cerdas, dengan kemampuan luar biasa dalam memimpin serta memengaruhi orang-orang di sekitarnya.
Di balik pesona dan kharismanya, Sinbad kerap bertindak berdasarkan kepentingan pribadi dan ambisi besarnya untuk menguasai takdirnya sendiri.
Sifat egois dan kecenderungannya memanipulasi situasi demi keuntungan pribadi tidak serta-merta menghilangkan daya tariknya.
Justru, sisi inilah yang memperkuat posisinya sebagai anti-hero yang kompleks dan memikat, membuat penonton terus mempertanyakan apakah tindakannya layak dibenarkan atau sekadar didorong oleh hasrat kekuasaan.
Light Yagami dikenal sebagai sosok jenius dengan kecerdasan luar biasa yang jauh melampaui orang-orang di sekitarnya.
Namun, obsesinya terhadap keadilan versi pribadinya justru menjadikannya sosok yang berbahaya dan sulit dikendalikan.
Keputusan Light untuk mengeksekusi para kriminal demi menciptakan dunia yang bersih menurut sudut pandangnya membuka perdebatan moral yang tajam.
Di satu sisi, tindakannya dilihat sebagai upaya menciptakan ketertiban, tetapi di sisi lain, cara ekstrem yang ia pilih menempatkannya sebagai anti-hero bermoral abu-abu yang perlahan kehilangan batas antara keadilan dan tirani.
Baca juga: 5 Rekomendasi Anime Tentang Trauma yang Membuat Penonton Terisak
Yuno awalnya digambarkan sebagai sosok yang manis, ceria, dan penuh kasih, namun sisi tersebut perlahan runtuh seiring obsesinya terhadap protagonis utama.
Cinta yang berlebihan ini mendorongnya melakukan berbagai tindakan ekstrem dan berbahaya tanpa mempertimbangkan konsekuensi.
Setiap keputusan Yuno hampir selalu dipandu oleh dorongan cinta obsesif, bukan oleh pertimbangan moral yang rasional.
Inilah yang menjadikannya anti-hero yang menakutkan sekaligus tragis, karena kasih sayang yang ia miliki justru berubah menjadi sumber kehancuran.
Guts merepresentasikan sosok anti-hero klasik yang keras, tangguh, dan terus berjuang di tengah dunia yang kejam dan tidak adil.
Didorong oleh trauma mendalam dan luka batin yang tak pernah benar-benar sembuh, ia melangkah maju dengan kekuatan semata sebagai alat bertahan hidup.
Meski tindakannya kerap berada di wilayah abu-abu secara moral, keteguhan Guts dalam menghadapi penderitaan tanpa menyerah menjadikannya karakter yang menonjol.
Pergulatannya antara amarah, balas dendam, dan sisa-sisa kemanusiaan itulah yang membuatnya begitu kuat secara emosional dan ikonis sebagai anti-hero.
Dabi merupakan sosok anti-hero yang mencerminkan kemarahan, trauma, dan dendam yang terpendam.
Dengan latar belakang masa lalu yang kelam, Dabi tumbuh menjadi karakter yang menolak sistem hero society yang ia anggap munafik dan penuh kepalsuan.
Alih-alih memperjuangkan keadilan dengan cara konvensional, Dabi memilih jalan destruktif untuk membongkar kebobrokan para pahlawan.
Tindakannya sering kali brutal dan sulit dibenarkan secara moral, namun motivasinya berakar pada rasa sakit dan ketidakadilan yang ia alami.
Kompleksitas inilah yang membuat Dabi menonjol sebagai anti-hero modern, sekaligus simbol perlawanan terhadap sistem yang gagal melindungi mereka yang terluka.
(MG Daffa Aisha Ramadhani)