Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang satu keluarga di depan Mako Polsek Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, resmi naik ke tahap penyidikan.
Meski demikian, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam peristiwa tragis tersebut.
Kasubnit I Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, Iptu Mei Hadi Kusuma mengatakan, peningkatan status perkara dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan awal di tempat kejadian perkara (TKP).
“Betul. Jadi kita sudah naikkan ke sidik (penyidikan), tapi belum penetapan tersangka karena kita masih mengumpulkan alat bukti yang lain,” ujar Mei saat diwawancarai di kantornya, Senin (19/1/2026).
Ia menegaskan, penetapan tersangka akan dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan hasil gelar perkara.
"Sehingga nanti perkembangan penyidikan siapa yang menjadi tersangka, nanti akan kita lakukan gelar perkara juga untuk penentuan tersangkanya,” ucapnya.
Dalam proses penyidikan, polisi juga telah melakukan pengecekan kondisi kendaraan micro bus Elf yang terlibat kecelakaan maut tersebut. Pemeriksaan awal dilakukan bersama Dinas Perhubungan.
“Sementara tadi pengecekan dari Dishub, ya secara umum masih dikatakan layak. Karena memang di TKP ditemukan juga ada jejak rem,” jelas dia.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 10.56 WIB, di ruas Jalan Ciwaringin–Majalengka, tepat di depan kantor Polsek Ciwaringin.
Kecelakaan melibatkan sebuah micro bus Elf dengan sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi satu keluarga.
“Waktu kejadian hari Minggu kemarin, tanggal 18 Januari 2026 sekitar pukul 10.56 WIB. Untuk TKP-nya persis di depan Mako Polsek Ciwaringin. Kendaraan yang terlibat antara angkutan umum micro bus Elf dengan sepeda motor,” katanya.
Ia menjelaskan, kecelakaan bermula saat Elf melaju dari arah Palimanan menuju Ciwaringin.
“Micro bus Elf ini melaju dari arah Palimanan ke Ciwaringin. Pada saat mendahului dari arah kanan kendaraan yang ada di depannya, terjadi menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan, yaitu dari arah Ciwaringin menuju Palimanan,” ujarnya.
Benturan keras tak terhindarkan.
Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit.
“Akibat kejadian tersebut, meninggal dunia di tempat dua orang dan satu anak kecil pada saat kejadian masih mengalami luka berat, kemudian meninggal dunia pada saat penanganan di UGD Rumah Sakit Sumber Waras,” ucap Mei.
Ketiga korban diketahui merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B 4549 NHY.
Mereka masing-masing berinisial R (65) selaku pengendara, AH (17) sebagai penumpang, serta DNN (5) yang merupakan seorang anak kecil.
“Betul. Jadi korban itu semuanya adalah pengendara dan penumpang dari sepeda motor tersebut. Itu satu keluarga, kakek dengan cucunya,” jelas dia.
Sementara itu, pengemudi micro bus Elf bernomor polisi E 7502 MA berinisial SJ (39), warga Kabupaten Indramayu, dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut.
Polisi telah melakukan olah TKP dan mengamankan seluruh kendaraan serta barang bukti.
“Untuk penanganan kasusnya, kita tangani Unit Gakkum Polresta Cirebon. Kita sudah melakukan olah TKP di tempat kejadian, tepatnya di depan Polsek Ciwaringin. Pengemudi micro bus Elf juga sudah kita mintai keterangan,” katanya.
Terkait penyebab kecelakaan, polisi masih melakukan pendalaman. Namun indikasi awal mengarah pada faktor kelalaian pengemudi.
“Dugaan sementara, ya masih dugaan sementara, adanya ketidakhati-hatian pengemudi micro bus Elf pada saat mendahului dari arah kanan,” ujarnya.
Pengemudi Elf mengakui saat kejadian tengah berupaya menyalip kendaraan lain.
"Sesuai dengan keterangan, dia mendahului kendaraan jenis truk boks yang ada di depannya,” ucap Mei.
Akibat kecelakaan tersebut, micro bus Elf mengalami kerusakan parah di bagian depan sebelah kanan.
Bumper hancur, kaca depan pecah dan pintu sisi pengemudi ringsek.
Sementara sepeda motor korban ditemukan dalam kondisi rusak berat beberapa meter dari titik benturan. Kerugian materi akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Hingga kini, Satlantas Polresta Cirebon masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut dan mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat mendahului kendaraan di jalur dua arah yang padat.
Baca juga: Breaking News: Satu Keluarga Tewas Akibat Laka Motor Dihantam Elf di Depan Polsek Ciwaringin Cirebon