Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung terus melakukan terobosan untuk memperkuat fasilitas cabang olahraga (cabor) sekaligus menghidupkan kawasan Kota Baru sebagai destinasi Sport Tourism atau wisata olahraga.
Terbaru, KONI Lampung mengakomodasi kebutuhan lahan bagi Pengprov Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Lampung yang akan difokuskan untuk pembinaan atlet pada nomor Menembak Berburu, Skeet, dan Trap. Langkah ini dinilai penting karena cabor menembak membutuhkan area terbuka yang luas dan spesifik.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan pemanfaatan lahan di kawasan Taman Kehati, Kota Baru, tengah dimatangkan untuk dijadikan lokasi latihan maupun pertandingan sejumlah cabor yang memerlukan ruang terbuka.
“Ini merupakan bentuk dukungan nyata kami kepada cabor, khususnya menembak, yang memang membutuhkan lapangan luas,” ujar Taufik, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, pemilihan Kota Baru tidak hanya untuk kepentingan pembinaan atlet, tetapi juga sebagai upaya menggerakkan kawasan tersebut agar semakin ramai dikunjungi masyarakat melalui aktivitas olahraga. KONI Lampung pun telah berdiskusi dengan sejumlah cabor lain seperti Paramotor, Dayung, Berkuda Memanah (Pordasi), Cricket, Hockey, dan beberapa cabor lainnya.
“Ini bisa menjadi daya ungkit agar kawasan Kota Baru semakin hidup sebagai tujuan wisata olahraga atau Sport Tourism,” kata Taufik.
Ia menambahkan, nomor menembak Skeet dan Trap memiliki daya tarik tersendiri, baik bagi atlet maupun penghobi.
“Nomor Skeet dan Trap ini sangat potensial mendatangkan atlet dan komunitas menembak ke kawasan tersebut. Ini bagus sekali dan tentu akan kami akomodir, selanjutnya akan dimatangkan secara teknis,” ungkapnya.
Ke depan, KONI Lampung juga mendorong kolaborasi antarcabor agar satu kawasan dapat dimanfaatkan bersama secara bergantian untuk latihan maupun pertandingan.
“Harapannya, satu lokasi bisa dimanfaatkan oleh dua atau tiga cabor. Semua masih kita kaji dan kerjakan. KONI Lampung sudah memiliki tim yang bergerak khusus untuk pengembangan ini,” tambah Taufik.
Dukungan tersebut disambut positif oleh Pengprov Perbakin Lampung. Sekretaris Umum Perbakin Lampung, Hendro Susanto, mengatakan nomor Menembak Berburu dan Trap membutuhkan lahan yang cukup luas dan sesuai standar.
“Untuk area perlombaan saja dibutuhkan lahan sekitar lima hektare, atau setara lima lapangan sepak bola memanjang. Ditambah area parkir dan pendukung lainnya, lahan seluas itu sudah cukup memadai,” jelas Hendro.
Dengan tersedianya lahan latihan yang representatif, Perbakin Lampung optimistis kualitas atlet akan meningkat. Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan mampu menambah nomor pertandingan yang bisa diikuti Lampung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Sebagai bagian dari persiapan, Perbakin Lampung juga menargetkan menggelar Kejuaraan Nasional Menembak pada 2026.
“Ini akan segera kami kerjakan. Tahun ini kami menargetkan bisa menggelar Kejurnas. Semoga semua persiapan berjalan lancar dan cepat terealisasi,” tandasnya.
(Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto)