Tekan Kebocoran PAD, Parkir Pasar Tradisional di Kota Yogya Bakal Dipasangi Sistem Gate
January 20, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Upaya memperkuat pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir bakal digalakkan di Kota Yogyakarta. 

Sorotan tertuju pada pasar-pasar tradisional yang selama ini masih mengandalkan pengelolaan parkir secara konvensional atau manual.

​Kalangan legislatif pun mengusulkan digitalisasi sistem parkir di pasar rakyat sebagai strategi meningkatkan transparansi dan optimalisasi pendapatan.

Retribusi parkir manual rawan bocor 

​Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Munazar, menilai sistem parkir manual memiliki celah kerawanan cukup besar, sehingga sudah saatnya bertransformasi menggunakan teknologi dengan sistem gate.

​"Digitalisasi parkir penting untuk meminimalisir kebocoran PAD. Ini bisa mulai diterapkan di pasar-pasar yang pengunjungnya sudah ramai seperti Pasar Beringharjo, Pasar Giwangan, dan Pasar Ngasem," ujarnya.

​Munazar pun menggarisbawahi, bahwa penerapan sistem gate bukan sekadar soal gaya-gayaan, melainkan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung. 

Pihaknya meyakini, pasar tradisional tetap dapat mempertahankan ruh kerakyatannya meski dikelola dengan sentuhan modern.

​"Kalau ingin PAD meningkat tanpa membebani pedagang, ya kebocorannya yang ditutup. Parkir ini salah satu pintu masuk paling nyata," tegasnya.

Ekosistem digital di pasar

​Bak gayung bersambut, Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo, menandaskan, tengah menginisiasi ekosistem digital di lingkungan pasar, termasuk soal perparkiran.

​Bahkan, ia menyebut, salah satu proyek terdekat yang akan menjadi percontohan adalah Pasar Terban, yang sudah rampung direvitalisasi per akhir 2025 lalu.

​"Kemungkinan ini yang kami inisiasi pertama malah yang dari Pasar Terban, yang lift parkirnya itu nanti sudah terdigitalisasi, termasuk dari pembayarannya juga," cetusnya. 

"Agar masyarakat juga terbiasa untuk menggunakan pembayaran QRIS atau pembayaran non-tunainya. Lift parkirnya nanti kita operasionalkan secara digital," urai Gunawan.

Sistem gate lebih akurat

​Ia menambahkan, sejauh ini beberapa pasar seperti PASTY dan Beringharjo sudah mulai menyentuh ranah digital melalui aplikasi JSS (Jogja Smart Service).

Namun,  penggunaan gate fisik untuk sektor perparkiran dianggap jauh lebih otentik dan akurat dalam menghitung turnover kendaraan.

​"Kalau mau lebih otentik ya pakai gate. Jadi, yang masuk itu tidak tawar-menawar lagi. Masuk terhitung, bayar, berapapun jumlah motor yang parkir, turnover-nya sangat jelas, sangat fair," ucapnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.