TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatatkan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp5,81 triliun atau 92,22 persen dari target anggaran sebesar Rp6,30 triliun di tahun 2025.
Sementara realisasi belanja daerah tercatat Rp5,73 triliun atau 88,69 persen dari total anggaran Rp 6,46 triliun.
Baca juga: Agustina Janji Bereskan Lapak PKL di Atas Drainase Gajah Raya
"Realisasi pendapatan dan belanja tahun 2025 menunjukkan bahwa APBD kita dikelola secara hati-hati namun tetap responsif terhadap kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik," kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Semarang mencatat realisasi Rp3,42 triliun atau 87,67?ri target Rp3,90 triliun.
Pajak daerah menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp 2,74 triliun atau 88,57 % , diikuti retribusi daerah sebesar Rp 556,22 miliar atau 79,99 % . Sementara itu lain-lain PAD yang sah, tercatat melampaui target sebesar 130,61 % .
Dia menjelaskan, capaian PAD tersebut merupakan hasil dari upaya konsisten Pemkot Semarang dalam memperkuat basis pendapatan tanpa membebani masyarakat.
Optimalisasi pendapatan dilakukan melalui perbaikan sistem, peningkatan kepatuhan, dan penguatan layanan.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap potensi pendapatan dikelola secara adil dan transparan, sehingga manfaatnya bisa kembali dirasakan oleh warga Kota Semarang,” ungkapnya.
Baca juga: Jaksa Sebut Agustina Titip Tiga Nama Pengusaha ke Nadiem
Sementara itu, pendapatan transfer mencatatkan realisasi Rp2,36 triliun atau 99,62?ri total anggaran. Hal ini dinilai turut memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam membiayai program prioritas.
Terkait belanja daerah, tercatat realisasi sebesar 88,69 % . Dengan capaian tersebut, lanjut Agustina, Pemkot Semarang berkomitmen melakukan efisiensi belanja sejalan dengan kualitas pembangunan dan pelayanan publik. (*)