Sebab Utama Sebagian Besar Warga Pantai Cabe Tapin Kalsel Sekarang Alami Gula Darah Tinggi
January 20, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU -  Penyebab utama sebagian besar Warga Pantai Cabe Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin alami gula darah tinggi. 

Posyandu Ruhui Rahayu, Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, kembali menggelar kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Senin (19/1/2026). 

Kegiatan posyandu kali ini tidak hanya melayani balita, namun juga menyasar warga dewasa hingga lanjut usia melalui pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM).

Kader Posyandu Ruhui Rahayu, Wiwin supriatin, mengatakan, sejak pagi puluhan warga tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang telah disiapkan. 

Baca juga: 1.738,706 Ton Ikan Terapu Banjir, 151 Pembudidaya di Banjar Merugi Rp 4 Miliar

Baca juga: Laska Hoops Tournament 2026 Resmi Berakhir, Begini Daftar Juaranya

“Untuk hari ini, yang sudah kami periksa lebih dari 50 orang warga Desa Pantai Cabe,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan anak, pencatatan pada Kartu Menuju Sehat (KMS), hingga pemeriksaan kesehatan bagi warga dewasa.

“Untuk pemeriksaan penyakit tidak menular, kami melakukan cek gula darah, tekanan darah, kolesterol dan asam urat,” jelasnya. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Iwin, kadar gula darah menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan pada warga. 

“Yang paling dominan itu gula darah. Banyak warga yang kadar gulanya sudah tinggi,” ungkapnya. 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika tidak segera dikendalikan. 

“Kalau gula darah tinggi itu berbahaya, bisa memicu penyakit lain seperti diabetes dan komplikasi,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, terutama dalam keseharian. 

“Sebaiknya warga menjaga pola makan, mengurangi konsumsi gula, memperbanyak minum air putih, serta rutin memeriksakan kesehatan,” imbaunya. 

Kegiatan posyandu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Pantai Cabe akan pentingnya deteksi dini penyakit, sekaligus menjaga kualitas kesehatan warga secara berkelanjutan.

6 Penyebab Gula Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya Menurut Dokter

Gula darah tinggi atau hiperglikemia dapat disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele.

Padahal, kondisi ini bisa meningkatkan risiko diabetes pada orang-orang sehat. Sedangkan untuk orang-orang dengan diabetes, gula darah tinggi bisa meningkatkan risiko komplikasi jika tidak diatasi dengan tepat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan Subspesialis Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes, dr. I Gusti Ngurah Adhiarta, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menjelaskan faktor-faktor utama yang menyebabkan peningkatan gula darah dan memberikan tips pencegahan yang perlu dilakukan untuk menghindari kondisi ini.

Untuk itu, simak penjelasan dari dokter berikut ini.
Penyebab gula darah tinggi dan faktor pemicunya

Menurut Adhiarta, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gula darah meningkat, seperti:

    Konsumsi makanan dan minuman manis: Makanan yang tinggi gula, seperti permen, soda, es teh manis, dan boba, menjadi penyebab utama meningkatnya kadar gula darah.
    Makanan cepat saji yang kaya garam: Makanan cepat saji yang mengandung garam tinggi berisiko meningkatkan gula darah dan mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh.
    Karbohidrat sederhana yang tidak terkontrol: Konsumsi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dan roti putih, dapat memicu lonjakan gula darah.

Selain pola makan, ada faktor lain yang turut berperan dalam peningkatan gula darah, seperti:

    Stres: Hormon stres, seperti kortisol, dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.
    Penggunaan obat-obatan tertentu: Steroid dan diuretik tiasid dapat menyebabkan lonjakan gula darah.
    Penyakit atau infeksi: Kondisi seperti demam atau infeksi bisa memicu gula darah tinggi.

 

Gejala gula darah tinggi yang perlu diwaspadai

Adhiarta yang berpraktik di Siloam Hospitals TB Simatupang ini juga menjelaskan tanda-tanda awal yang dapat mengindikasikan gula darah tinggi.

“Gejala utama gula darah tinggi adalah sering merasa haus, sering buang air kecil, dan mudah lapar. Selain itu, penderita juga bisa merasa pandangan mata kabur, karena gula darah yang tinggi menarik air dari mata,” katanya.

Jika dibiarkan, kadar gula yang sangat tinggi bisa menyebabkan ketosis, yang berpotensi menurunkan kesadaran.

Cara mencegah gula darah tinggi

Adhiarta menekankan pentingnya mengubah gaya hidup untuk mengendalikan gula darah.

“Pencegahan yang paling efektif adalah dengan menjaga berat badan yang sehat, mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana, dan meningkatkan asupan makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti beras merah, ubi, dan sayuran hijau,” ujarnya.

Selain itu, olahraga rutin juga sangat penting untuk mengatur gula darah.

“Jalan kaki 30 menit lima kali seminggu, ditambah dengan latihan beban, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah,” tambahnya.

Penyebab gula darah tinggi, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan manis, makanan cepat saji, dan stres, bisa dihindari dengan mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup sehat.

Penting untuk selalu memeriksa gula darah secara rutin, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau hipertensi.

Adhiarta menekankan bahwa perubahan kecil dalam gaya hidup dapat membantu mencegah peningkatan gula darah yang dapat berujung pada diabetes.

 (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.