PRAMUGARI Esther Aprilita Sianipar Berasal dari Bogor, Ibunda J Siburian Beharap Mukjizat Tuhan
January 20, 2026 02:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM - Sudah dua jenazah ditemukan yang diduga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport, hingga Senin (19/1/2025).

"(Korban) ditemukan di kedalaman 500 meter dari puncak (Gunung Bulusaraung)," kata Kepala Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers di kantor Basarnas Makassar, Senin (19/1/2026), dikutip dari Tribun-Timur.com.

"Korban kedua (ditemukan) berjenis kelamin perempuan," kata perwira tinggi TNI AU ini.

Informasi penemuan korban kedua berjenis kelamin perempuan ini dilaporkan pada pukul 14.30 wita.

Sehari sebelumnya, tim juga menemukan salah satu jenazah diduga korban kecelakaan pesawat yang mengangkut 10 orang tersebut.

"Korban pertama ditemukan berjenis kelamin laki-laki," ujar Syafii.

Rumah Sakit Bhayangkara Biddokkes Polda Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai pusat identifikasi korban. 

Pesawat yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar ini membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang, pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Insiden ini kemungkinan menewaskan seluruh awak pesawat dan penumpang, termasuk dua pramugari yang dikenal berdedikasi, Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar dan Florencia Lolita Wibisono.

Cuaca buruk menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan proses evakuasi oleh Tim SAR yang bekerja di medan ekstrem dengan kabut tebal dan hujan lebat.

Ibunda pramugari Esther Sianipar, J Br Siburian masih menyimpan harapan besar untuk menemukan sang putri. Harapannya mukjizat Tuhan masih ada.

Pengambilan DNA Keluarga Korban

Tim DVI dari Mabes Polri juga telah diterjunkan untuk memperkuat proses identifikasi dan penanganan korban kecelakaan pesawat tersebut. 

Seiring proses identifikasi korban, keluarga Copilot Muhammad Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar. 

Kedatangan keluarga bertujuan memberikan data antemortem serta pengambilan sampel DNA guna memudahkan proses pencocokan identitas korban.

“Ada satu anggota keluarga yang secara aktif datang ke posko DVI Biddokkes, memberikan keterangan hubungan keluarga, sekaligus menjalani pengambilan sampel DNA,” ujar Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, kepada wartawan dikutip Senin (19/1/2026).

Sampel DNA tersebut diambil dari Haerul Gunawan, adik kandung Muhammad Farhan Gunawan.

Menurut Haris, data tersebut akan digunakan untuk mencocokkan identitas korban apabila ditemukan jasad dalam proses evakuasi selanjutnya. “Jika nantinya ditemukan jenazah atau bagian tubuh korban, akan langsung dicocokkan dengan sampel DNA yang sudah kami ambil,” jelasnya.

Selain di Sulawesi Selatan, pengambilan sampel DNA juga dilakukan terhadap keluarga korban lainnya di daerah berbeda. Salah satunya keluarga Esther Aprilita Sianipar, pramugari pesawat ATR 42-500, yang menjalani proses serupa di Biddokkes Polda Jawa Barat.

“Kami terus berkoordinasi dan menghubungi seluruh keluarga korban. Dari total 10 korban, masih ada delapan keluarga yang akan kami datangi atau hubungi untuk proses identifikasi,” tambah Haris.

Selain DNA keluarga Muhammad Farhan Gunawan dan Esther Aprilita Sianipar, Kepolisian juga telah melakukan pengambilan sampel DNA atau asam deoksiribonukleat terhadap 8 keluarga korban pesawat ATR 42-500.

“Sudah ada delapan keluarga korban yang kami ambil sampel DNA-nya,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data manifes dari perusahaan penerbangan dan Kementerian Perhubungan, terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Pengambilan sampel DNA terhadap delapan keluarga korban dilakukan di beberapa lokasi berbeda, baik di Kota Makassar maupun di Polda setempat sesuai domisili keluarga korban pesawat ATR.

Dengan selesainya pemeriksaan terhadap delapan keluarga korban tersebut, kata Didik, masih tersisa dua keluarga korban yang belum menjalani pengambilan sampel DNA.

“Ada empat orang datang ke sini (RS Bhayangkara Makassar), dan ada empat orang yang kami periksa di kediaman masing-masing. Jadi, sisa dua orang lagi. Kita tunggu,” ucapnya.

Setelah pengambilan sampel DNA atau antemortem dilakukan, petugas akan melanjutkan pemeriksaan postmortem terhadap korban pesawat. “Uji postmortem akan dilakukan setelah ada penyerahan baik itu tubuh atau jenazah korban maupun barang lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, hasil uji laboratorium antemortem dan postmortem nantinya akan dicocokkan untuk memastikan identitas para korban. “Setelah dicocokkan, baru bisa disimpulkan apakah korban yang ditemukan sesuai dengan data manifes,” tandasnya.

Sementara, Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, menjelaskan bahwa pengambilan sampel DNA dilakukan dari anggota keluarga dekat, seperti adik kandung, untuk memastikan keakuratan data.

KORBAN DITEMUKAN: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026).
KORBAN DITEMUKAN: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026). (TRIBUN MEDAN/BASARNAS)

Jenazah Tersangkut di Pohon dan Masih Utuh

Dikutip dari Tribun-Timur.com, penemuan jenazah korban kedua jatuhnya pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim SAR gabungan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berjenis kelamin perempuan dengan kondisi utuh.

Serda Marinir Syamsul Alam adalah satu dari 18 petugas SAR SRU 1 yang menemukan jenazah korban perempuan. Awak Elevasi Cuk 2 Ton 2 Yonmarhanlan Makassar Kodaeral VI ini, mengaku menemukan posisi mayat di jurang kedalaman sekitar 300 meter. 

"Kita temukan sekitar jam 2 siang," kata Serda Mar Syamsul Alam ditemui di Pos AJU Basarnas Makassar, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Senin (19/1/2026) malam.

Janazah berkelamin perempuan itu lanjut Syamsul Alam, pertama kali dilihat oleh SAR ARAI Sulsel, Saiful Malik. Kondisi cuaca saat itu, sangat tidak mendukung untuk dilakukan evakuasi. "Cuacanya sangat berkabut, jalan sangat terjal curam di kedalaman 300 meter," ujarnya.

Setelah menemukan jenazah korban, Syamsul Alam dan petugas SAR lainnya berinisiatif menutup jenazah. Pukul 15.00 atau sejam kemudian, tim pembawa kantong mayat tiba. Jenazah dimasukkan ke kantong dan dibawa ke jalur SAR untuk memudahkan proses evakuasi, Selasa (20/1/2026) besok. "Jadi (posisi mayat terbungkus kantong jenazah) sudah bergeser kurang lebih 25 meter ke jalur utama,"terangnya.

Untuk rencana evakuasi, kata Syamsul, jalur yang memungkinkan tim SAR membawa mayat yaitu ke arah puncak Gunung Bulusaraung. "Jadi dari puncak dulu, baru turun ke sini (Pos Basarnas Desa Tompobulu)," sebutnya.

Senada dengan Syamsul, Ade dari tim SAR BPBD Kota Makassar, juga melihat langsung kondisi jenazah korban masih utuh. Ia mengatakan, posisi pertama kali korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di dua sela pohon. "Jadi pohon yang tahan," kata Ade.

Di bawah jenazah, sekitar kedalaman 500 meter lanjut Ade terdapat kepala pesawat. Sebelum kepala pesawat di sisi kiri kedalam sekitar 450 meter, terdapat serpihan mesin dan ban pesawat.

PESAWAT JATUH: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026).
PESAWAT JATUH: Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (18/1/2026). (TRIBUN MEDAN/BASARNAS)

Berdasarkan data manifes dari perusahaan penerbangan dan Kementerian Perhubungan, pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. 

Berikut adalah daftar 10 korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport:

Awak Pesawat:

1. Kapten Andy Dahananto (Pilot in Command)

2. Kopilot Farhan Gunawan (Second in Command)

3. Hariadi (Flight Operation Officer)

4. Restu Adi P (Engineer)

5. Dwi Murdiono (Engineer)

6. Florencia Lolita (Awak Kabin/Flight Attendant)

7. Esther Aprilita Sianipar (Awak Kabin/Flight Attendant) 

Penumpang (3 orang):

1. Ferry Irawan (Pegawai KKP, Analis Kapal Pengawas)

2. Deden Mulyana (Pegawai KKP, Pengelola Barang Milik Negara)

3. Yoga Noval (Pegawai KKP, Operator Foto Udara).

Potret Pramugari Pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar, turut menjadi korban jatuhnya pesawat yang ditumpangi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupate Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Potret Pramugari Pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar, turut menjadi korban jatuhnya pesawat yang ditumpangi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupate Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Profil Pramugari Esther Aprilita Sianipar

Esther Aprilita Sianipar bertempat tinggal di Bukit Rancamaya, Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat.

Perempuan berdarah Batak ini dikenal sebagai pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang menjadi salah satu korban dalam insiden jatuhnya pesawat di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Januari 2026.

Asal Usul Esther Sianipar:

  • Nama lengkap: Esther Aprilita Sianipar
  • Asal daerah: Bogor, Jawa Barat
  • Profesi: Pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT)
  • Keluarga: Ayah bernama Adi Saputra Sianipar, ibunda J br Siburian
  • Esther terakhir berkomunikasi dengan ibunya sebelum pesawat hilang kontak.
  • Ayahnya berada di Makassar untuk mengikuti perkembangan pencarian.

Keluarga menyakini mukjizat Tuhan masih ada untuk Eshter.

Keluarga di Bogor masih menaruh harapan besar terhadap Esther.

Ibunda Esther, J br Siburian, mengaku informasi mengenai kondisi korban belum diterima secara pasti.

Tapi, keluarga masih menyimpan harapan besar.

“Harapannya mukjizat Tuhan masih ada. Selama kami belum melihat Esther, mukjizat Tuhan masih ada,” ujar ibu J Siburian kepada wartawan di kediamannya, di Bogor, Jawa Barat, Senin (19/1/2026).

Dia mengungkap, terakhir kali menerima kabar dari Esther pada Jumat malam, 16 Januari 2026.

Saat itu, dia masih sempat berkomunikasi dengan putri pertamanya melalui pesan singkat. “Kami masih chat, dia bilang di Jogja. Biasanya kalau begitu, besoknya dia komunikasi lagi, ‘aku di sini mah’,”ungkap dia.

Ibu Siburian mengatakan hingga kini keluarga memperoleh perkembangan pencarian korban melalui siaran televisi dan informasi langsung dari petugas. "Dari tim DVI sudah datang tadi pagi sekitar jam 11, meminta identifikasi DNA yang bisa mempercepat proses identifikasi Esther,” jelasnya.

Ia berharap proses pencarian dan identifikasi korban dapat berjalan cepat sehingga kepastian mengenai kondisi Esther segera diperoleh.

Adi Sianipar, ayah Esther, juga mengaku tidak mendapat balasan pesan dari putrinya satu hari setelah komunikasi terakhir. 

"Terakhir komunikasi kemarin saya jam 12 WA (WhatsApp) dia karena saya lagi ke Jakarta. Dia kan kos di Jakarta jadi saya mau jemput dia kalau dia mau pulang. Ternyata jam 12 itu enggak ada balasan dari dia, HP-nya udah enggak aktif," pungkas Adi.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah tidak ada tanda-tanda komunikasi dari Esther. Hingga akhirnya pada Sabtu sore, Adi menerima kabar resmi dari perusahaan tempat putrinya bekerja. Pihak Indonesia Air Transport menyampaikan bahwa pesawat yang ditumpangi Esther dilaporkan hilang kontak.

"Kami berharap masih ada mukjizat karena sampai jam sekarang [Minggu (18/1/2026) pagi] kan belum ditemukan. Kami berharap mereka semua ditemukan dalam keadaan selamat," jelas Adi.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: POLISI Ambil Sampel DNA Keluarga Copilot M Farhan Gunawan dan Pramugari Esther Sianipar

Baca juga: SOSOK Pramugari Esther Aprilita Sianipar dan Florencia Lolita: Ikut Jadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR

Baca juga: Daftar Pilot hingga Pramugari Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500, Florencia Sudah Ada Niat Nikah

Baca juga: Chat Terakhir Ester Sianipar Pramugari Pesawat ATR 42-500, Sang Ayah Berharap Ada Mukjizat

Baca juga: SOSOK Pramugari Florencia Lolita Wibisono Korban Pesawat ATR 42-500, Baru 3 Bulan Kerja

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.