PTPN IV Regional III Bantu Karyawan Terantam Korban Teror Jaga Aset Negara
January 20, 2026 01:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PTPN IV Regional III menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta kepada Sendi Water Purba, Mandor I Afdeling V Kebun Terantam, yang menjadi korban teror pembakaran rumah dinas dan kendaraan pribadi. 

Teror tersebut diduga berkaitan dengan ketegasan korban menggagalkan aksi pencurian tandan buah segar (TBS) di areal kebun. 

Bantuan diserahkan oleh Business Support Head PTPN IV Regional III Achmedi Akbar, didampingi GM Distrik Barat Sugianto dan Manager Kebun Terantam Arizal, sebagai bentuk dukungan entitas terhadap karyawan yang telah menjaga aset negara.

 “Bantuan ini memang tidak sebanding dengan kerugian materiil dan moril yang dialami. Namun kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan hadir dan mendukung penuh karyawan yang berani bersikap benar,” kata Achmedi belum lama ini.

Ia menegaskan, perusahaan tidak akan membiarkan karyawan yang menjalankan tugas sesuai aturan menjadi korban intimidasi. 

PTPN IV Regional III, lanjutnya, berkomitmen memperkuat perlindungan terhadap petugas di lapangan. 

Peristiwa teror pembakaran rumah dan mobil tersebut terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025 dinihari lalu. 

Rumah dinas yang ditempati Sendi terbakar pada bagian dinding dan dapur tambahan, sementara satu unit mobil pribadi miliknya hangus total dan tidak dapat digunakan kembali. 

Manajemen menduga kuat aksi tersebut berkaitan dengan aktivitas korban bersama asisten afdeling yang intens melakukan pengamanan produksi. 

Dalam satu pekan terakhir sebelum insiden teror, tercatat delapan kali menggagalkan upaya pencurian dengan barang bukti sekitar 800 kilogram TBS. 

Beberapa kejadian penggagalan itu sempat memicu ketegangan dengan sejumlah oknum luar dan tenaga pemborong yang tinggal di sekitar afdeling. 

Bahkan terjadi adu mulut dan perlawanan terhadap petugas kebun, sehingga muncul dugaan adanya unsur intimidasi hingga berujung pada teror pembakaran. 

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Tapung dan kini masih dalam penelusuran pihak berwajib. 

PTPN IV Regional III menyatakan akan mengawal proses hukum hingga tuntas. 

Achmedy Akbar pun mengapresiasi keberanian Sendi yang tetap tegak lurus menjalankan SOP perusahaan meski menghadapi tekanan. 

Menurutnya, sikap tersebut merupakan contoh integritas dalam menjaga aset strategis negara. 

“Semoga keberanian Saudara Sendi menjadi teladan bagi karyawan lain. Menjaga aset negara adalah tanggung jawab bersama, dan kita akan berdiri di garda terdepan melindungi mereka,” tegas pria berkacamata itu. 

GM Distrik Barat Sugianto menyebut peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi sistem pengamanan kebun. 

Sinergi dengan aparat penegak hukum dan penguatan patroli internal akan ditingkatkan guna mencegah aksi serupa. 

Sementara itu, Manager Kebun Terantam Arizal menilai peran Sendi selama ini sangat signifikan dalam menekan kehilangan produksi. 

Ketegasannya dinilai membantu menjaga stabilitas operasional kebun di tengah maraknya pencurian TBS. 

Manajemen juga akan melakukan pendataan ulang terhadap pihak luar yang bermukim di sekitar afdeling untuk meminimalkan potensi konflik. 

Langkah preventif dan deteksi dini menjadi prioritas ke depan. PTPN IV Regional III menegaskan bahwa teror dan intimidasi tidak akan menyurutkan upaya pemberantasan pencurian. 

Perusahaan memastikan produksi sawit sebagai aset strategis negara harus tetap terjaga dalam situasi aman dan kondusif. (Adv)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.